Profil Mochtar Kusumaatmadja, Menteri di Era Soeharto yang Meninggal Dunia

Minggu, 06 Juni 2021 - 12:50 WIB
Pejabat di era Presiden Soeharto, Mochtar Kusumaatmadja meninggal dunia, Minggu (6/6/2021) pukul 09.00 WIB, di kediamannya Jalan Belitung, Jakarta Selatan. FOTO/KANTOR STAF PRESIDEN
JAKARTA - Pejabat di era Presiden Soeharto, Mochtar Kusumaatmadja meninggal dunia, Minggu (6/6/2021) pukul 09.00 WIB, di kediamannya Jalan Belitung, Jakarta Selatan. Cendekiawan hukum yang pernah menduduki beberapa jabatan menteri itu itu wafat di usia 92 tahun.

"Turut berdukacita yang mendalam atas wafatnya Mochtar Kusumaatmadja. Semoga amal ibadah beliau diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan dan keikhlasan. Amin," tulis dalam postingan kabar di akun Instagram @kantorstafpresidenri, Minggu (6/6/2021).

Selain menjabat sabagai Menteri Kehakiman, Muchtar juga tercatat pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dari 1978-1988.

Baca juga: Menteri di Era Presiden Soeharto, Mochtar Kusumaatmadja Meninggal Dunia





Muchtar lahir di Batavia, 17 Februari 1929. Ayah dua orang anak ini juga merupakan guru besar di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Definisinya tentang hukum yang berbunyi: "Hukum adalah keseluruhan asas-asas dan kaidah-kaidah yang mengatur kehidupan masyarakat, termasuk di dalamnya lembaga dan proses untuk mewujudkan hukum itu kedalam kenyataan", dianggap paling relevan dalam menginterpretasikan hukum pada saat ini. Doktrin ini menjadi mazhab yang dianut di Fakultas Hukum Unpad hingga saat ini.

Ia memulai karier diplomasi pada usia 29 tahun. Mochtar dikenal supel dan mudah bergaul dengan siapa saja. Bahkan, suka berkelakar dan mencairkan suasana saat momentum rapat para petinggi negara.

Wakil Indonesia pada Sidang PBB mengenai Hukum Laut, Jenewa dan New York, ini berperan banyak dalam konsep Wawasan Nusantara, terutama dalam menetapkan batas laut teritorial, batas darat, dan batas landas kontinen Indonesia. Alumnus S1 Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1955), ini berperan banyak dalam perundingan internasional, terutama dengan negara-negara tetangga mengenai batas darat dan batas laut teritorial.

Baca juga: Mantan Menpora Era Soeharto Abdul Gafur Meninggal Dunia
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :