Gubernur Lemhannas Tekankan di Tengah Globalisasi, Pancasila Harus Membumi

Kamis, 03 Juni 2021 - 09:00 WIB


Gubernur Lemhannas melihat bahwa masyarakat Indonesia kian jauh memaknai Pancasila secara utuh, utamanya di era teknologi digital. “Bahkan yang paling mendasar, menghafal lima sila Pancasila pun banyak yang kesulitan. Kalau isi Pancasila saja mereka tidak tahu, bagaimana memaknainya dalam kehidupan sehari-hari?” katanya.

Derasnya arus globalisasi rentan merusak jati diri bangsa. Maka dari itu perlu penyaringan melalui literasi media. Bila tidak, informasi yang tidak valid, mudah merasuk sendi-sendi kehidupan. Akibatnya, informasi yang tidak benar atau disebut Hoax, akan mencemari kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Ini jika kita menelan mentah-mentah informasi media sosial atau internet, tanpa menyaringnya dengan bijaksana, sangat berbahaya," kata Agus.

Nilai-nilai Pancasila, kata Agus, adalah sebagai penyaring dan penjaga kepribadian bangsa harusnya bisa membendung (dampak buruk) arus globalisasi itu. Untuk itulah perlu kembali menggaungkan di semua lini pemerintahan. Apalagi pengguna teknologi digital saat ini yang didominasi generasi milenial, yang kelak menjadi penerus bangsa. "Tentu, filter-filter bernama nilai-nilai Pancasila sangat diperlukan untuk generasi penerus bangsa ini," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!