Connie Diminta Buka Dugaan Mafia Alutsista Mr M Lewat Partainya di DPR
Jum'at, 28 Mei 2021 - 08:58 WIB
Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie dinilai seharusnya membuka dugaan mafia alat sistem persenjataan (Alutsista) berinisial Mr M melalui perwakilan partainya di Parlemen. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie dinilai seharusnya membuka dugaan mafia alat sistem persenjataan (Alutsista) berinisial Mr M melalui perwakilan partainya di Parlemen. Pasalnya, Connie belakangan diketahui sebagai Anggota Dewan Pakar DPP Partai Nasdem , partai politik besutan Surya Paloh.
Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai sulit melihat objektivitas dari pernyataan Connie Rahakundini Bakrie tentang pertahanan termasuk dugaan adanya Mr M jadi mafia alutsista. Karena, kata Ujang, Connie telah menjadi bagian dari Partai Nasdem sekalipun aktif menyelami isu-isu pertahanan. Baca juga: Eks Waketum Gerindra: Prabowo Harus Bisa Ungkap Mafia Alutsista
"Soal posisi pengamat, ya, pengamat saja, enggak usah berpartai gitu, ya. Kalau berpartai, pengamatnya, ya ditinggalkan sehingga perspektifnya, agar pendapatnya, pandangan-pandangannya objektif," ujarnya dihubungi wartawan, Kamis (27/5/2021).
"Seperti pengamat kayak saya memilih untuk tidak berpartai. Kecuali kalau saya ingin memihak, jika saya ingin berpartai, ya sudah (posisi) pengamat saya hilang," sambung Ujang yang juga sebagai Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.
Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai sulit melihat objektivitas dari pernyataan Connie Rahakundini Bakrie tentang pertahanan termasuk dugaan adanya Mr M jadi mafia alutsista. Karena, kata Ujang, Connie telah menjadi bagian dari Partai Nasdem sekalipun aktif menyelami isu-isu pertahanan. Baca juga: Eks Waketum Gerindra: Prabowo Harus Bisa Ungkap Mafia Alutsista
"Soal posisi pengamat, ya, pengamat saja, enggak usah berpartai gitu, ya. Kalau berpartai, pengamatnya, ya ditinggalkan sehingga perspektifnya, agar pendapatnya, pandangan-pandangannya objektif," ujarnya dihubungi wartawan, Kamis (27/5/2021).
"Seperti pengamat kayak saya memilih untuk tidak berpartai. Kecuali kalau saya ingin memihak, jika saya ingin berpartai, ya sudah (posisi) pengamat saya hilang," sambung Ujang yang juga sebagai Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.
Lihat Juga :