Mengenal Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Loper Koran yang Kini Jadi Pangkostrad

Selasa, 25 Mei 2021 - 22:53 WIB
"Oke, ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya," kata Dudung seusai apel kesiapan bencana dan pilkada serentak, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020) pagi.

Menjadi seorang tentara adalah keinginan Dudung sejak kecil yang lahir di Bandung, Jawa Barat, 16 November 1965. Profesi itu selalu memanggilnya karena dia hidup dan tinggal di barak. Ayahnya, Nasuha adalah PNS di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi. Menjadi anggota TNI didambakan sebagai upaya meringankan beban ibunya, Nasyati dalam membiayai pendidikan delapan saudara kandungnya.

Berbagai pekerjaan pernah dilakukannya untuk membantu sang ibunda. Selain berjualan koran, dia juga menjual kue tampah di perempatan Jalan Belitung di sekitar Kodam III/Siliwangi. Menjadi loper koran dia lakukan ketika duduk di bangku SMA Negeri 9 Bandung. Pekerjaan itu dilakukan Dudung sebelum berangkat sekolah.

Baca juga: Sosok Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Pangdam Jaya yang Ancam Bubarkan FPI



Di usia belia, dia sadar hidup itu juga berisi kerja keras, tekad, dan upaya yang tanggap untuk mengejar mimpi. Apa yang tampak sebagai keberhasilan saat ini, menurut dia, sebetulnya hasil jatuh bangun yang lama dan dalam, yang orang lain tak pernah melihatnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!