BPIP: Konten Positif Redam Hoax dan Ujaran Kebencian

Senin, 24 Mei 2021 - 17:41 WIB


BPIP, kata Prakoso, aktif mengadakan lomba-lomba di berbagai platform medsos, bikin serial film dan animasi untuk mengubah mindset seperti cinta Tanah Air. "BPIP menggandeng anak muda untuk punya semangat nasionalisme dan kearifan lokal. Mohon konten-konten ini nanti bisa disebarluaskan," katanya.

Prakoso berharap angka aktualisasi nilai Pancasila sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), bisa mencapai 77 persen pada akhir 2024. Saat ini baru 71 persen.

Mira Tayyina menimpali, produksi konten negatif di internet memang luar biasa. Sampai tahun ini, kementeriannya sudah memblokir 2,6 juta konten negatif seperti pornografi, penipuan, dan perjudian. "Produksi hoaks juga sama banyaknya. Tak cukup mengisolasi konten atau memblokir. Dibutuhkan kontra narasi. Walau informasi itu salah, bisa jadi sudah menjadi kebenaran karena opini masyarakat sudah terbentuk," ujarnya.

Masyarakat membutuhkan literasi media agar bisa membedakan informasi benar-salah, hoaks atau disinformasi. "Perlu diingatkan saring sebelum sharing. Saring dulu informasi itu sebelum menyebarkannya," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!