9 Pegawai yang Dibebastugaskan Beragama Non Muslim, Direktur KPK: Isu Taliban Terpatahkan

Sabtu, 22 Mei 2021 - 07:50 WIB
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Giri Suprapdiono menepis adanya isu taliban hingga radikal Islam di lembaga antirasuaFoto/Lemhannash.
JAKARTA - Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , Giri Suprapdiono menepis adanya isu taliban hingga radikal Islam di lembaga antirasuah. Isu itu sengaja digulirkan sebagai alih-alih untuk memberangus pegawai KPK yang sebenernya berintegritas.

Sebab faktanya, dari 75 pegawai KPK yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan kemudian dibebastugaskan oleh pimpinan, sembilan di antaranya beragama non muslim. Dengan demikian, adanya isu taliban berkaitan dengan ketidaklulusan 75 pegawai KPK, kata Giri, jelas terpatahkan. Baca juga: Waduh! Ternyata 9 Kasatgas KPK yang Tangani Kasus Besar Turut Dibebastugaskan



"Pertanyaaannya kan selama ini, oh ini paling golongan taliban, kadrun nih, radikal Islam. Faktanya adalah, dari 75 itu yang Nasrani 7 orang, yang Buddha 1 orang, yang Hindu 1 orang," beber Giri saat mengikuti diskusi daring bertema 'KPK dan Perlawanan Balik Koruptor', yang ditayangkan akun YouTube PKSTV, Sabtu (22/5/2021).

Giri menuturkan tujuh pegawai beragama Nasrani yang dibebastugaskan oleh pimpinan KPK yakni, Andre Nainggolan selaku Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) penyidikan yang sedang menangani kasus korupsi pengadaan Bansos COVID-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!