PAN Harus Mampu Mengamankan Akar Politiknya dari Gempuran Partai Ummat
Rabu, 19 Mei 2021 - 10:28 WIB
Kendati begitu, Umam melihat pendekatan politik PAN ke penguasa yang masih bertepuk sebelah tangan, membuat mereka berusaha mencari formula baru aliansi politik jelang 2024. Karena itu, pertemuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Zulhas beberapa waktu lalu bisa dianggap sebagai upaya penjajakan potensi aliansi politik atau setidaknya upaya menarik simpati dari aliansi parpol.
Oleh karena itu, Dosen Politik Universitas Paramadina itu melihat ke depan jika PAN masih ingin 'survive' di Parlemen pada Pemilu 2024 maka harus mampu mengamankan akar politiknya dari gempuran politik Partai Ummat.
Sebab, lanjut dia, jika partai bentukan Amien Rais itu bisa mengambil 2% saja 'captive market' suara Muhammadiyah maka PAN bisa berpotensi terdegradasi oleh ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold). Baca juga: Silaturahim dengan Ketum Parpol Cara Anies Bangun Komunikasi Politik Menuju 2024
"Karena itu simpul-simpul politik dan patron utama PAN, laiknya Zulhas, Hatta Rajasa, dan Soetrisno Bachir harus kerja keras untuk mengamankan eksistensi partai politiknya di Pemilu 2024 mendatang," tandasnya.
Oleh karena itu, Dosen Politik Universitas Paramadina itu melihat ke depan jika PAN masih ingin 'survive' di Parlemen pada Pemilu 2024 maka harus mampu mengamankan akar politiknya dari gempuran politik Partai Ummat.
Sebab, lanjut dia, jika partai bentukan Amien Rais itu bisa mengambil 2% saja 'captive market' suara Muhammadiyah maka PAN bisa berpotensi terdegradasi oleh ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold). Baca juga: Silaturahim dengan Ketum Parpol Cara Anies Bangun Komunikasi Politik Menuju 2024
"Karena itu simpul-simpul politik dan patron utama PAN, laiknya Zulhas, Hatta Rajasa, dan Soetrisno Bachir harus kerja keras untuk mengamankan eksistensi partai politiknya di Pemilu 2024 mendatang," tandasnya.
(kri)
Lihat Juga :