PAN Harus Mampu Mengamankan Akar Politiknya dari Gempuran Partai Ummat
Rabu, 19 Mei 2021 - 10:28 WIB
loading...
Direktur Eksekutif Indostrategic, Khoirul Umam menganggap Partai Amanat Nasional (PAN) tengah mencari formula aliansi politik yang tepat menjelang Pemilu 2024. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Studies (Indostrategic), Khoirul Umam menganggap Partai Amanat Nasional (PAN) tengah mencari formula aliansi politik yang tepat menjelang Pemilu 2024. Terlebih saat ini telah lahir Partai Ummat yang diinisiasi mantan Pendiri PAN, Amien Rais.
Umam menilai saat ini partai yang dipimpin Zulkifli Hasan itu menggunakan strategi ganda dalam pendekatan politiknya. Menurutnya, PAN agresif di belakang layar menunjukkan dukungannya kepada pemerintah dengan harapan mendapatkan jatah kursi menteri di kabinet. Baca juga: Dugaan Korupsi Bansos COVID-19 Rp100 Triliun, Prof Zubairi: Korupsi adalah Pandemi Nyata
Pendekatan ini mengindikasikan PAN tidak kuat berpuDugaan Korupsi Bansos COVID-19 Rp100 Triliun, Prof Zubairi: Korupsi adalah Pandemi Nyataasa dari kekuasaan dan cenderung ingin menunjukkan titik beda dengan Partai Ummat yang memilih berseberangan dengan kekuasaan.
"Dan (PAN) ingin mengamankan gerbong politiknya agar tidak semakin dipecah oleh tangan-tangan tak terlihat (the invisible hand)," ujar Umam saat dihubungi, Rabu (19/5/2021).
Kendati begitu, Umam melihat pendekatan politik PAN ke penguasa yang masih bertepuk sebelah tangan, membuat mereka berusaha mencari formula baru aliansi politik jelang 2024. Karena itu, pertemuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Zulhas beberapa waktu lalu bisa dianggap sebagai upaya penjajakan potensi aliansi politik atau setidaknya upaya menarik simpati dari aliansi parpol.
Oleh karena itu, Dosen Politik Universitas Paramadina itu melihat ke depan jika PAN masih ingin 'survive' di Parlemen pada Pemilu 2024 maka harus mampu mengamankan akar politiknya dari gempuran politik Partai Ummat.
Sebab, lanjut dia, jika partai bentukan Amien Rais itu bisa mengambil 2% saja 'captive market' suara Muhammadiyah maka PAN bisa berpotensi terdegradasi oleh ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold). Baca juga: Silaturahim dengan Ketum Parpol Cara Anies Bangun Komunikasi Politik Menuju 2024
"Karena itu simpul-simpul politik dan patron utama PAN, laiknya Zulhas, Hatta Rajasa, dan Soetrisno Bachir harus kerja keras untuk mengamankan eksistensi partai politiknya di Pemilu 2024 mendatang," tandasnya.
Umam menilai saat ini partai yang dipimpin Zulkifli Hasan itu menggunakan strategi ganda dalam pendekatan politiknya. Menurutnya, PAN agresif di belakang layar menunjukkan dukungannya kepada pemerintah dengan harapan mendapatkan jatah kursi menteri di kabinet. Baca juga: Dugaan Korupsi Bansos COVID-19 Rp100 Triliun, Prof Zubairi: Korupsi adalah Pandemi Nyata
Pendekatan ini mengindikasikan PAN tidak kuat berpuDugaan Korupsi Bansos COVID-19 Rp100 Triliun, Prof Zubairi: Korupsi adalah Pandemi Nyataasa dari kekuasaan dan cenderung ingin menunjukkan titik beda dengan Partai Ummat yang memilih berseberangan dengan kekuasaan.
"Dan (PAN) ingin mengamankan gerbong politiknya agar tidak semakin dipecah oleh tangan-tangan tak terlihat (the invisible hand)," ujar Umam saat dihubungi, Rabu (19/5/2021).
Kendati begitu, Umam melihat pendekatan politik PAN ke penguasa yang masih bertepuk sebelah tangan, membuat mereka berusaha mencari formula baru aliansi politik jelang 2024. Karena itu, pertemuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Zulhas beberapa waktu lalu bisa dianggap sebagai upaya penjajakan potensi aliansi politik atau setidaknya upaya menarik simpati dari aliansi parpol.
Oleh karena itu, Dosen Politik Universitas Paramadina itu melihat ke depan jika PAN masih ingin 'survive' di Parlemen pada Pemilu 2024 maka harus mampu mengamankan akar politiknya dari gempuran politik Partai Ummat.
Sebab, lanjut dia, jika partai bentukan Amien Rais itu bisa mengambil 2% saja 'captive market' suara Muhammadiyah maka PAN bisa berpotensi terdegradasi oleh ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold). Baca juga: Silaturahim dengan Ketum Parpol Cara Anies Bangun Komunikasi Politik Menuju 2024
"Karena itu simpul-simpul politik dan patron utama PAN, laiknya Zulhas, Hatta Rajasa, dan Soetrisno Bachir harus kerja keras untuk mengamankan eksistensi partai politiknya di Pemilu 2024 mendatang," tandasnya.
(kri)
Lihat Juga :