Israel Sasar Perempuan dan Anak, Legislator PKS: Ini Kejahatan Kemanusiaan!
Senin, 17 Mei 2021 - 13:00 WIB
Ketua DPP PKS Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga ini menegaskan, serangan terhadap perempuan dan anak warga sipil (non combatant) jelas melanggar Konvensi Jenewa 1949. Sehingga banyaknya jatuh korban jiwa sipil termasuk perempuan dan anak-anak sudah merupakan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan.
"Berkali-kali dalam serangan ke Gaza yang jatuh korban adalah warga sipil termasuk diantaranya perempuan dan anak-anak. Ini jelas kejahatan kemanusiaan, namun ironinya seluruh dunia tidak ada yang bisa membawa Israel mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Mufida dalam keterangannya, Senin (17/5/2021).
Baca juga: Pernyataan Bersama Presiden Jokowi, PM Malaysia, dan Sultan Brunei Kutuk Keras Agresi Israel ke Palestina
Pada serangan kali ini, kata Mufida, kekejamannya jauh lebih menyayat hati. Ada satu keluarga yang wafat karena satu rumah hancur, ada bayi yang jadi korban. Tak ada lagi sedikitpun rasa kemanusiaan.
"Serangan ini sengaja terus dilancarkan bahkan pada saat Ramadhan dan Hari Raya. Bayangkan anak-anak yang berhak mendapatkan pengalaman bahagia saat hari Idul Fitri, justru harus berhadapan dengan serangan brutal Israel," ujar Mufida.
"Berkali-kali dalam serangan ke Gaza yang jatuh korban adalah warga sipil termasuk diantaranya perempuan dan anak-anak. Ini jelas kejahatan kemanusiaan, namun ironinya seluruh dunia tidak ada yang bisa membawa Israel mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Mufida dalam keterangannya, Senin (17/5/2021).
Baca juga: Pernyataan Bersama Presiden Jokowi, PM Malaysia, dan Sultan Brunei Kutuk Keras Agresi Israel ke Palestina
Pada serangan kali ini, kata Mufida, kekejamannya jauh lebih menyayat hati. Ada satu keluarga yang wafat karena satu rumah hancur, ada bayi yang jadi korban. Tak ada lagi sedikitpun rasa kemanusiaan.
"Serangan ini sengaja terus dilancarkan bahkan pada saat Ramadhan dan Hari Raya. Bayangkan anak-anak yang berhak mendapatkan pengalaman bahagia saat hari Idul Fitri, justru harus berhadapan dengan serangan brutal Israel," ujar Mufida.
Lihat Juga :