Kerap Ralat Data Gempa, BMKG: Policy Peringatan Dini di Indonesia Bukan Akurasi
Jum'at, 14 Mei 2021 - 17:44 WIB
Dia mengatakan berbeda dengan negara yang tidak mempunyai lautan atau tanggung jawab memberikan informasi yang cepat. Misalnya, United States Geological Survey (USGS), itu mengeluarkan informasi menit ke-15. Kemudian Jerman juga mengeluarkan informasi pada menit ke-20. “Jadi untuk menitnya biasanya untuk pembanding itu adalah di USGS dan Jerman. Mereka berbeda dengan Indonesia dan Jepang tidak dituntut informasi pada menit ke-3,” katanya.
“Nah, Indonesia dan Jepang itu memberikan informasi dituntut, pada di Jepang pada menit ke-3, di Indonesia pada menit ke-3, maksimum ke-4. Jadi ada perbedaan persoalan kecepatan,” kata Dwikorita.
Dampaknya, kata Dwikoritam kebijakan yang berbeda itu adalah pada masuknya data-data jadi pada menit ke-3 yang masuk itu jumlahnya baru sebagian data. “Jadi jumlahnya baru sebagian data, karena pada umumnya seluruh data itu bisa masuk dan dihitung secara stabil itu pada menit ke-15, seperti yang dilakukan oleh USGS ataupun oleh Jerman pada menit yang lebih dari 15.
Baca juga: Ralat Data Gempa Nias, BMKG: Termasuk Dangkal, Berkekuatan 6,7 di Kedalaman 10 Km
Di Jepang, kata Dwikorita, pada menit ke-3 harus sudah mengeluarkan informasi, demikian juga di Indonesia. “Pada menit ke-3 dibandingkan dengan menit ke-15 yang masuk itu jumlahnya sangat berbeda. Sehingga belum cukup stabil.”
“Nah, Indonesia dan Jepang itu memberikan informasi dituntut, pada di Jepang pada menit ke-3, di Indonesia pada menit ke-3, maksimum ke-4. Jadi ada perbedaan persoalan kecepatan,” kata Dwikorita.
Dampaknya, kata Dwikoritam kebijakan yang berbeda itu adalah pada masuknya data-data jadi pada menit ke-3 yang masuk itu jumlahnya baru sebagian data. “Jadi jumlahnya baru sebagian data, karena pada umumnya seluruh data itu bisa masuk dan dihitung secara stabil itu pada menit ke-15, seperti yang dilakukan oleh USGS ataupun oleh Jerman pada menit yang lebih dari 15.
Baca juga: Ralat Data Gempa Nias, BMKG: Termasuk Dangkal, Berkekuatan 6,7 di Kedalaman 10 Km
Di Jepang, kata Dwikorita, pada menit ke-3 harus sudah mengeluarkan informasi, demikian juga di Indonesia. “Pada menit ke-3 dibandingkan dengan menit ke-15 yang masuk itu jumlahnya sangat berbeda. Sehingga belum cukup stabil.”
Lihat Juga :