Kerap Ralat Data Gempa, BMKG: Policy Peringatan Dini di Indonesia Bukan Akurasi
Jum'at, 14 Mei 2021 - 17:44 WIB
Kepala BMKG menyebut policy peringatan dini untuk negara seperti Indonesia adalah kecepatan informasi, bukan akurasi. Foto/dok.SINDOnews
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) melaporkan telah terjadi gempa bumi tektonik pada pukul 13.33.09 WIB pada 14 Mei 2021. Semula BMKG menginformasikan gempa berkekuatan 7,2. Tetapi angka tersebut dumutakhirkan alias diralat berdasarkan analisis BMKG menjadi 6,7. Ini bukanlah yang pertama BMKG meralat informasi data-data gempa.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa pemutakhiran kekuatan gempa dilakukan sesuai kondisi Indonesia. “Jadi perlu dipahami sistem informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami yang ada di Indonesia ini, kurang lebihnya kita berkaca kepada seperti di Jepang yaitu Japan Meteorological Agency, kemudian juga di Australia, dan juga di India,” tutur Dwikorita saat konferensi pers secara virtual, Jumat (14/5/2021).
Baca juga: BMKG Catat 9 Gempa Susulan di Nias, Minta Warga Hindari Bangunan Retak
Dia mengatakan BMKG bertugas memberikan informasi sedini mungkin, agar dapat segera dilakukan penyelamatan. ”Jadi baik Jepang, Indonesia Australia, policy-nya adalah kecepatan itu nomor satu, bukan akurasi,” papar Dwikorita.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa pemutakhiran kekuatan gempa dilakukan sesuai kondisi Indonesia. “Jadi perlu dipahami sistem informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami yang ada di Indonesia ini, kurang lebihnya kita berkaca kepada seperti di Jepang yaitu Japan Meteorological Agency, kemudian juga di Australia, dan juga di India,” tutur Dwikorita saat konferensi pers secara virtual, Jumat (14/5/2021).
Baca juga: BMKG Catat 9 Gempa Susulan di Nias, Minta Warga Hindari Bangunan Retak
Dia mengatakan BMKG bertugas memberikan informasi sedini mungkin, agar dapat segera dilakukan penyelamatan. ”Jadi baik Jepang, Indonesia Australia, policy-nya adalah kecepatan itu nomor satu, bukan akurasi,” papar Dwikorita.
Lihat Juga :