Wawancara Tes ASN, Pegawai KPK Ditanyai soal Terorisme hingga UU ITE
Rabu, 05 Mei 2021 - 01:30 WIB
Pegawai lain KPK menuturkan, pertanyaan yang muncul saat tes tertulis lebih dielaborasikan dan dikembangkan saat pelaksanaan wawancara tatap muka dengan asesor pewawancara dari BIN, BAIS TNI, dan BNPT. Misalnya, dalam kaitan agama, negara, dan jihad. Satu pertanyaan yang disodorkan adalah ihwal perempuan berjilbab dan berpakaian gamis terduga teroris yang melakukan penyerangan terhadap polisi di area Mabes Polri pada Rabu, 31 Maret 2021.
"Ditanya juga selama kerja di KPK apa saja kegiatan keislaman yang diikuti. Terus juga ada saya ditanya tentang keluarga dan permasalahan di rumah tangga. Nah yang tentang keluarga ini, saya jadinya kayak curhat. He-he-he," ungkapnya.
Satu pegawai lain KPK mengungkapkan, pertanyaan yang cukup aneh juga terkait dengan China, LGBT, beberapa organisasi yang telah ditetapkan pemerintah sebagai organisasi terlarang atau organisasi teroris, hal-hal gaib, hingga apakah setuju atau tidak tentang pandangan bahwa UU ITE merupakan bentuk pengekangan hak-hak masyarakat berekspresi atau mengeluarkan pendapat. Pegawai ini mempertanyakan, apakah sejumlah pertanyaan yang aneh atau janggal tersebut diterapkan pula oleh BKN dan asesor pewawancara saat melakukan rekrutmen calon ASN di kementerian atau lembaga lain.
"Kebijakan pemerintah yang sering disorot masyarakat juga ditanyakan sih," katanya.
"Ditanya juga selama kerja di KPK apa saja kegiatan keislaman yang diikuti. Terus juga ada saya ditanya tentang keluarga dan permasalahan di rumah tangga. Nah yang tentang keluarga ini, saya jadinya kayak curhat. He-he-he," ungkapnya.
Satu pegawai lain KPK mengungkapkan, pertanyaan yang cukup aneh juga terkait dengan China, LGBT, beberapa organisasi yang telah ditetapkan pemerintah sebagai organisasi terlarang atau organisasi teroris, hal-hal gaib, hingga apakah setuju atau tidak tentang pandangan bahwa UU ITE merupakan bentuk pengekangan hak-hak masyarakat berekspresi atau mengeluarkan pendapat. Pegawai ini mempertanyakan, apakah sejumlah pertanyaan yang aneh atau janggal tersebut diterapkan pula oleh BKN dan asesor pewawancara saat melakukan rekrutmen calon ASN di kementerian atau lembaga lain.
"Kebijakan pemerintah yang sering disorot masyarakat juga ditanyakan sih," katanya.
(abd)
Lihat Juga :