Cerita di Balik KRI Nanggala 402, Mantan Komandan Kini Terbaring Lemah
Sabtu, 01 Mei 2021 - 14:49 WIB
Adiknya, kata Anton, juga pernah mengungkapkan kekeluargaan di kapal selam juga sangat erat. Oleh karena itu, tutur dia, Iwa menangis ketika mendengar informasi KRI Nanggala 402 tenggelam. "Makanya saat kejadian itu, adik saya menangis karena memang sudah seperti keluarga di kapal selam itu,“ujar Anton.
Menurut Anton, personel kapal selam menghadapi banyak risiko dalam menjalankan tugas. Termasuk hal fatal seperti mati listrik. Begitu juga, kata dia, penyakit yang diderita adiknya akibat keracunan zat besi atau zat metal atau merkuri.
“Karena mereka setiap saat bertugas dalam situasi yang berbahaya dan menggadaikan nyawanya, dirinya meminta agar pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan hidup anggota pasukan kapal selam,“ tutur Anton.Baca juga: Ikut Berduka, Kru Kapal Selam Jerman Gelar Upacara untuk Awak KRI Nanggala 402
Anton mengungkapkan kondisi adiknya masih susah berbicara dan hanya terbaring lemah di kamar tidur. "Parahnya setelah sakit dan pulang, kini dirawat di Tasikmalaya setelah bertugas menjabat sebagai Dansatsel Koarmabar II TNI AL sampai akhir tahun 2019 lalu, dan sekarang untuk bangun saja susah enggak bisa," kata Anton.
Dia mengatakan sang adik merupakan orang pilihan dan bertugas sebagai pasukan khusus kapal selam. Namun kondisi hidupnya saat ini kurang beruntung.
Menurut Anton, personel kapal selam menghadapi banyak risiko dalam menjalankan tugas. Termasuk hal fatal seperti mati listrik. Begitu juga, kata dia, penyakit yang diderita adiknya akibat keracunan zat besi atau zat metal atau merkuri.
“Karena mereka setiap saat bertugas dalam situasi yang berbahaya dan menggadaikan nyawanya, dirinya meminta agar pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan hidup anggota pasukan kapal selam,“ tutur Anton.Baca juga: Ikut Berduka, Kru Kapal Selam Jerman Gelar Upacara untuk Awak KRI Nanggala 402
Anton mengungkapkan kondisi adiknya masih susah berbicara dan hanya terbaring lemah di kamar tidur. "Parahnya setelah sakit dan pulang, kini dirawat di Tasikmalaya setelah bertugas menjabat sebagai Dansatsel Koarmabar II TNI AL sampai akhir tahun 2019 lalu, dan sekarang untuk bangun saja susah enggak bisa," kata Anton.
Dia mengatakan sang adik merupakan orang pilihan dan bertugas sebagai pasukan khusus kapal selam. Namun kondisi hidupnya saat ini kurang beruntung.
Lihat Juga :