'Impact Ranking' dan Peran Universitas dalam Pencapaian SDGs
Kamis, 29 April 2021 - 12:31 WIB
Program dan Kerja Sama Kegiatan SDGs
Selain meningkatkan kinerja publikasi, universitas juga harus memperbanyak program kegiatan yang berfokus pada penanganan isu-isu SDGs. Program tersebut dapat dilakukan oleh universitas itu sendiri maupun bekerja sama dengan komunitas, lembaga swadaya masyarakat (LSM), atau pemerintah setempat. Adapun wujud program tersebut dapat berupa dialog lintas sektoral SDGs, pengembangan kebijakan SDGs pemerintah, program relawan mahasiswa, ataupun program lain yang berkaitan dengan tema SDGs. Universitas juga dapat berkolaborasi dengan organisasi mahasiswa (ormawa) agar program kerja mereka dapat diupayakan beririsan dengan isu-isu SDGs. Selain itu, melimpahnya jumlah SDM mahasiswa dan kecerdasan pola pikirnya mampu memberikan daya dukung dalam rangka keberhasilan pencapaian SDGs 2030.
Task Force Team sebagai Nerve Center
Pembentukan tim kerja yang fokus pada isu-isu SDGs dapat membantu pimpinan institusi untuk melakukan perencanaan dan pengelolaan program SDGs. Tugas dan tanggung jawab tim ini adalah melakukan sosialisasi program-program yang berkaitan dengan SDGs kepada seluruh civitas akademika, menjadi pelopor beragam agenda penanganan isu-isu SDGs, melakukan rekap kegiatan SDGs yang nantinya dilaporkan dalam Laporan SDGs Tahunan Universitas, sekaligus menjadi tim yang bertugas melakukan submit data pada portal THE Impact Rankings.
Banyaknya jenis SDGs dan beragamnya kebijakan/program berkaitan dengan SDGs menjadi urgensi pembentukan tim ini. Oleh karena itu, pembentukan tim SDGs diharapkan dapat memberikan masukan perumusan kebijakan universitas, meningkatkan kesadaran pentingnya berkolaborasi dalam upaya tercapainya keberhasilan SDGs, serta melakukan kontrol agenda SDGs universitas agar tepat sasaran.
Selain meningkatkan kinerja publikasi, universitas juga harus memperbanyak program kegiatan yang berfokus pada penanganan isu-isu SDGs. Program tersebut dapat dilakukan oleh universitas itu sendiri maupun bekerja sama dengan komunitas, lembaga swadaya masyarakat (LSM), atau pemerintah setempat. Adapun wujud program tersebut dapat berupa dialog lintas sektoral SDGs, pengembangan kebijakan SDGs pemerintah, program relawan mahasiswa, ataupun program lain yang berkaitan dengan tema SDGs. Universitas juga dapat berkolaborasi dengan organisasi mahasiswa (ormawa) agar program kerja mereka dapat diupayakan beririsan dengan isu-isu SDGs. Selain itu, melimpahnya jumlah SDM mahasiswa dan kecerdasan pola pikirnya mampu memberikan daya dukung dalam rangka keberhasilan pencapaian SDGs 2030.
Task Force Team sebagai Nerve Center
Pembentukan tim kerja yang fokus pada isu-isu SDGs dapat membantu pimpinan institusi untuk melakukan perencanaan dan pengelolaan program SDGs. Tugas dan tanggung jawab tim ini adalah melakukan sosialisasi program-program yang berkaitan dengan SDGs kepada seluruh civitas akademika, menjadi pelopor beragam agenda penanganan isu-isu SDGs, melakukan rekap kegiatan SDGs yang nantinya dilaporkan dalam Laporan SDGs Tahunan Universitas, sekaligus menjadi tim yang bertugas melakukan submit data pada portal THE Impact Rankings.
Banyaknya jenis SDGs dan beragamnya kebijakan/program berkaitan dengan SDGs menjadi urgensi pembentukan tim ini. Oleh karena itu, pembentukan tim SDGs diharapkan dapat memberikan masukan perumusan kebijakan universitas, meningkatkan kesadaran pentingnya berkolaborasi dalam upaya tercapainya keberhasilan SDGs, serta melakukan kontrol agenda SDGs universitas agar tepat sasaran.
(bmm)
Lihat Juga :