Insiden Nanggala 402 Harus Diungkap Terbuka

Selasa, 27 April 2021 - 06:00 WIB
Soal usia kapal ini pun belum harga mati. Sangat mungkin jika perawatan dan pemakaian selama ini terjaga baik, batasan usia kapal masih bisa diperdebatkan. Apalagi, dilihat dari sejarahnya, kapal ini pernah menjalani perawatan plus update teknologi di Jerman pada 1989 dan di Korea Selatan pada 2012. Di Korea, perombakan tergolong total seperti di struktur bagian atas, persenjataan, sonar, radar hingga sistem kendali.

Dengan didukung teknologi canggih dan biaya yang pasti tak sedikit, wajar jika terjadinya insiden ini masih menimbulkan tanda tanya besar. Sedemikian rawankah teknologi di KRI Nanggala? Apakah juga faktor kelalaian (human error) menjadi pemicunya karena jumlah awak mencapai 53 orang dari standarnya maksimal 40 orang? Atau mungkin insiden ini akibat sesuatu yang di luar kendali manusia (force majeure) yang membuat awak tak bisa memiliki pilihan banyak untuk menghindari musibah? Benarkah KRI Nanggala patuh beroperasi di kedalaman maksimal 230 meter?

Beberapa asumsi dan pertanyaan ini menjadi tantangan besar bagi tim investigasi dan TNI untuk menjawabnya. Hasil investigasi ini justru diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi pengelolaan kapal selam yang dimiliki Indonesia saat ini. Di sisi lain insiden ini juga bisa menjadi sarana membuka kesadaran baru bagi pihak terkait untuk makin memperkuat alutsista Indonesia. Termasuk menyiapkan dukungan anggaran yang lebih memadai.

Beberapa pihak termasuk DPR telah makin lantang meminta pemerintah agar menolak alutsista hibah dari negara lain. Tak hanya itu, Indonesia juga saatnya membeli alutsista yang baru, bukanya bekas pakai yang rawan mogok di tengah jalan.

Di sisi lain keterbukaan yang dijunjung dalam penyelidikan ini juga membuat keluarga prajurit yang menjadi korban ini mendapatkan informasi yang akurat dan komprehensif. Dengan demikian publik pun menaruh kepercayaan yang makin tinggi, khususnya terhadap institusi TNI.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!