Kasus Jozeph Paul Zhang Jadi Pelajaran, GAMKI Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Jum'at, 23 April 2021 - 14:59 WIB
"Publik, terkhusus tokoh agama, nasional, dan politisi harus berlaku adil, tidak hanya mengecam satu pelaku saja. Selain tindakan Paul Zhang, ada juga dugaan ujaran kebencian dan penodaan agama Hindu oleh pengajar Desak Made Darmawati. Sebelumnya juga ada penghinaan oleh Yahya Waloni yang menyebut Firman Tuhan Kristen semua palsu ataupun Ustadz Abdul Somad tentang ceramah salib," kata Sahat.

Namun, dalam penyelesaian kasus-kasus penistaan agama ini, Sahat meminta pihak kepolisian dan pemerintah untuk mengedepankan pendekatan restorative justice. Tujuannya agar membangun rekonsiliasi di tengah masyarakat sehingga masyarakat tidak semakin terpecah dan membenci.

Sahat juga mengharapkan peranan dari lembaga agama dan tokoh-tokoh agama untuk saling mengingatkan dan mendorong agar mimbar-mimbar publik diisi dengan khotbah dan narasi kedamaian, bukan kebencian. "Lembaga agama dan tokoh-tokoh agama memiliki peranan untuk mendorong agar mimbar-mimbar rumah ibadah diisi dengan khotbah dan pesan-pesan perdamaian, persaudaraan, dan saling menghormati dengan agama lainnya. Bukan diisi dengan narasi kebencian dan permusuhan," kata Sahat.

Menko Polhukam, Mahfud MD menyambut baik pertemuan dengan DPP GAMKI yang memberikan masukan-masukan positif untuk kebaikan dan kemajuan bangsa. "Mewakili Presiden dan Wakil Presiden saya menyampaikan terimakasih atas kehadiran GAMKI dalam pertemuan ini. Masukan-masukan yang disampaikan akan kami terima dan tindaklanjuti," kata Mahfud MD.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!