Banyak Milenial Direkrut Teroris, GMNI Minta Perhatian Serius Pemerintah
Kamis, 22 April 2021 - 18:08 WIB
"Banyak pelaku teroris kini justru generasi milenial, anak muda menjadi sasaran empuk jejaring terorisme untuk mempertahankan regenerasi," papar Arjuna, Kamis (22/4/2021).
Menurut Arjuna, banyak anak muda yang bersimpati dengan ISIS bahkan rela pergi ke Suriah untuk mewujudkan keyakinannya tentang kekhalifahan. Hal ini menurut Arjuna semakin mengkhawatirkan karena banyak dari anak muda tersebut direkrut melalui media sosial.
Baca juga: Pengamat Intelijen Sebut Program Wajib Lapor Bagi Warga Baru Efektif Cegah Terorisme
Banyak dari anak muda terpapar terorisme karena kerap mengkonsumsi konten berita mengenai propaganda ISIS di media sosial tanpa mengecek kebenarannya. "Dari mereka bersimpati dengan ISIS karena mengkonsumsi konten di media sosial. Banyak situs-situs yang berisi propaganda ISIS menjadi bacaan favorit anak muda," lanjut Arjuna.
Maraknya anak muda yang direkrut menjadi teroris menurut Arjuna merupakan gambaran kegagalan program deradikalisasi yang selama ini dicanangkan pemerintah. Manurut Arjuna, program deradikalisasi yang dilakukan pemerintah selama ini hanya berorientasi pada 'proyek' semata.
Kata dia, tanpa ada perencanaan, arah dan indikator yang jelas. Sehingga program deradikalisasi hanya terselenggara secara formalitas namun tidak mencapai terget yang diinginkan.
"Selama ini program deradikalisasi semata-mata hanya menjadi proyek, tidak ada arah, perencanaan serta indikator yang jelas. Jadi sulit mencapai terget yang diinginkan. Artinya program deradikalisasi gagal," ujar Arjuna.
Menurut Arjuna, banyak anak muda yang bersimpati dengan ISIS bahkan rela pergi ke Suriah untuk mewujudkan keyakinannya tentang kekhalifahan. Hal ini menurut Arjuna semakin mengkhawatirkan karena banyak dari anak muda tersebut direkrut melalui media sosial.
Baca juga: Pengamat Intelijen Sebut Program Wajib Lapor Bagi Warga Baru Efektif Cegah Terorisme
Banyak dari anak muda terpapar terorisme karena kerap mengkonsumsi konten berita mengenai propaganda ISIS di media sosial tanpa mengecek kebenarannya. "Dari mereka bersimpati dengan ISIS karena mengkonsumsi konten di media sosial. Banyak situs-situs yang berisi propaganda ISIS menjadi bacaan favorit anak muda," lanjut Arjuna.
Maraknya anak muda yang direkrut menjadi teroris menurut Arjuna merupakan gambaran kegagalan program deradikalisasi yang selama ini dicanangkan pemerintah. Manurut Arjuna, program deradikalisasi yang dilakukan pemerintah selama ini hanya berorientasi pada 'proyek' semata.
Kata dia, tanpa ada perencanaan, arah dan indikator yang jelas. Sehingga program deradikalisasi hanya terselenggara secara formalitas namun tidak mencapai terget yang diinginkan.
"Selama ini program deradikalisasi semata-mata hanya menjadi proyek, tidak ada arah, perencanaan serta indikator yang jelas. Jadi sulit mencapai terget yang diinginkan. Artinya program deradikalisasi gagal," ujar Arjuna.
Lihat Juga :