Zona Oranye Meningkat, Bamsoet Minta Masyarakat Kembali Perhatikan Prokes
Rabu, 21 April 2021 - 15:31 WIB
Selain itu, politikus Golkar yang akrab disapa Bamsoet juga meminta kepala daerah khususnya enam (6) wilayah yang berpindah ke zona oranye untuk meningkatkan kinerjanya dalam memberi perhatian prioritas penanganan Covid-19.
"Dengan memasifkan testing dan tracing diimbangi dengan treatment yang tepat sehingga dapat menekan angka penyebaran," ujarnya. Baca juga: Perketat Protokol Kesehatan, Hotel Ciputra Terapkan GeNose C19
Lebih lanjut Bamsoet meminta pemda, bersama Satgas Penanganan Covid-19 daerah agar terus memantau dan mengawasi secara ketat daerah yang menerapkan PPKM skala mikro, khususnya daerah berstatus zona oranye sehingga angka penularan kasus di wilayah tersebut dapat segera diminimalkan.
"Meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah dan Satgas Penanganan Covid-19 terus berkomitmen melakukan upaya keras dalam mengendalikan serta menangani pandemi Covid-19 di Indonesia," ungkapnya.
"Terutama fokus terhadap zona-zona dengan risiko tinggi agar jumlah zona merah atau oranye tidak mengalami penambahan bahkan dapat menurun," tambah Ketua DPR masa bakti 2014-2019 itu.
"Dengan memasifkan testing dan tracing diimbangi dengan treatment yang tepat sehingga dapat menekan angka penyebaran," ujarnya. Baca juga: Perketat Protokol Kesehatan, Hotel Ciputra Terapkan GeNose C19
Lebih lanjut Bamsoet meminta pemda, bersama Satgas Penanganan Covid-19 daerah agar terus memantau dan mengawasi secara ketat daerah yang menerapkan PPKM skala mikro, khususnya daerah berstatus zona oranye sehingga angka penularan kasus di wilayah tersebut dapat segera diminimalkan.
"Meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah dan Satgas Penanganan Covid-19 terus berkomitmen melakukan upaya keras dalam mengendalikan serta menangani pandemi Covid-19 di Indonesia," ungkapnya.
"Terutama fokus terhadap zona-zona dengan risiko tinggi agar jumlah zona merah atau oranye tidak mengalami penambahan bahkan dapat menurun," tambah Ketua DPR masa bakti 2014-2019 itu.
(maf)
Lihat Juga :