KH Hasyim Asy'ari Hilang dari Kamus Sejarah, Begini Kritikan Politikus PKS

Selasa, 20 April 2021 - 21:23 WIB
Pasalnya, eksistensi mereka, secara autentik, telah mewariskan sumbangsih signifikan bagi usaha pendirian Republik. "Insiden ini sangat fatal dan harus disikapi serius. Dengan kata lain, upaya melenyapkan profil Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari dalam ingatan generasi tentang sejarah bangsa kita adalah perilaku ahistoris dan kontraproduktif bagi pengembangan wawasan kebangsaan kita. Tidak cukup sampai di situ, minimnya porsi ulama dalam narasi sejarah kita juga mengindikasikan historiografi kita yang diskriminatif dan kolonialistik," ujar Bukhori dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Selasa (20/4/2021).

Menurut Bukhori, menghapus Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari dalam memori intelektual kita adalah pengkhianatan terhadap amanat Bung Karno untuk tidak sekali-kali melupakan sejarah sekaligus bentuk pengabaian peran umat Islam dalam mendirikan dan mempertahankan republik. Anggota DPR yang pernah menjabat sebagai Ketua IPNU Jepara ini juga mengkritik penulisan sejarah Indonesia yang tertuang dalam buku formal sekolah.

Baca juga: KH Hasyim Asy'ari Hilang di Draf Kamus Sejarah Indonesia, PKS: Ini Keteledoran

Menurutnya, penulisan sejarah dalam buku tersebut tidak jarang berwatak Belanda-Sentris atau Eropa-Sentris dan kurang kritis secara metodologi. Sehingga, Bukhori mendorong terobosan baru dalam historiografi Indonesia.

"Fenomena ini akhirnya membuat kita datang pada suatu kesadaran untuk meninjau kembali Historiografi Indonesia yang tertuang dalam buku-buku formal di sekolah dimana sedikit sekali mengungkap peran ulama dan santri dalam perjuangan penegakan kedaulatan hingga mempertahankan NKRI," tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!