Menko Luhut: Berdamai dengan Covid Esensinya Benar

Kamis, 21 Mei 2020 - 09:57 WIB
Katanya, fokus pemerintah dalam penanganan Covid-19 terbagi menjadi dua yaitu segi kuratif seperti pembangunan rumah sakit darurat, alokasi dana pemerintah pusat dan daerah, dan alat pelindung diri. "Kemudian, dari segi preventif dan promotif dapat dilakukan melalui upaya seperti diseminasi informasi terkait promosi kesehatan melalui media sosial dan media massa, alokasi anggaran promosi kesehatan, pengawasan aktif, dan upaya kesehatan masyarakat," tutur dia.

Luhut kemudian menjelaskan, Presiden Jokowi akan meluncurkan produk kontribusi konsorsium riset dan inovasi Covid-19 seperti APD dan alat kesehatan lainnya dari universitas-universitas yang ada di Indonesia.

"Presiden telah memerintahkan untuk menggunakan produk dalam negeri sebanyak mungkin dan kita dorong ilmunya dari para mahasiswa Indonesia yang tersebar di berbagai universitas di Indonesia. Saat ini kita harus siap untuk kehidupan baru atau 'new normal' dengan membiasakan diri menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak guna mengurangi penyebaran virus," ucapnya. (Baca juga: Kuasa Hukum Sebut Tak Diberi Tahu soal Pemindahan Habib Bahar ke Nusakambangan ).

Lebih lanjut, terkait fokus area investasi seperti hilirisasi mineral, pengembangan baterai lithium, transportasi, energi baru terbarukan, dan penurunan emisi karbon, Luhut menjelaskan bahwa Indonesia memiliki aturan untuk negara-negara yang mau berinvestasi di Indonesia, seperti ramah lingkungan, mendidik tenaga kerja lokal atau 'transfer knowledge', transfer teknologi, dan memberikan nilai tambah bagi Indonesia dalam mengolah sumber daya mineral.

"Indonesia saat ini menjadi tujuan investasi nomor empat di dunia dan fokus kita ke 'green economy' untuk mengurangi resiko perubahan iklim. Terkait Tenaga Kerja Asing (TKA) China, sebenarnya jumlah mereka seperti di Konawe hanya kurang lebih persen dari para pekerja yang ada. Saat ini jumlah TKA juga makin berkurang dengan adanya politeknik di Morowali," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!