Menunggu Kiprah Partai Ummat dan Masyumi Reborn, Ancaman Partai Islam?

Minggu, 11 April 2021 - 13:19 WIB
“Keduanya memang rebutan ceruk pemilih Islam. Pemilih Islam itu bukan hanya diperebutkan oleh kedua partai tersebut,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Sabtu 10 April 2021.

Ujang berpendapat, ceruk suara pemilih muslim juga diperebutkan oleh partai Islam lain dan partai nasionalis. “Partai-partai nasionalis juga punya organisasi-organisasi sayap yang dibentuk untuk mengambil ceruk suara Islam,” ujar Ujang.

Mengenai apakah Partai Ummat dan Masyumi Reborn mampu lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold, Ujang menilai itu bergantung pada usaha dan kerja keras kedua partai Islam baru itu dalam meraih simpati publik. “Bagi partai baru sulit untuk lolos parliamentary threshold (PT), namun itu harus bisa dipatahkan oleh kedua partai tersebut,” tutur Ujang.Baca juga: Ahmad Yani Ketua Umum Masyumi Reborn, Targetkan Lolos Parlemen

Sementara itu, Direktur Eksekutif Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Kunto Adi Wibowo menilai keberadaan Partai Ummat dan Masyumi Reborn bisa menjadi ancaman bagi partai-partai Islam yang sudah ada selama ini.

“Terutama bagi PPP, PAN, apalagi kalau Amien Rais ceruk pasarnya sangat bersinggungan dengan PAN, ini merupakan ancaman bagi partai-partai yang ada, dan terutama bagi PKS karena dia partai Islam satu-satunya partai oposisi yang mungkin bisa dapat keuntungan dari positioning itu kalau dimanfaatkan betul,” ujar Kunto kepada SINDOnews secara terpisah.

Kunto menuturkan, Masyumi Reborn dan Partai Ummat itu sangat mungkin mengambil ceruk suara pemilih Islam. Menurut Kunto, sebenarnya ceruk suara pemilih Islam kini sudah sangat kecil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!