Jokowi Tolak Nasionalisme Vaksin Corona di KTT D-8
Jum'at, 09 April 2021 - 09:28 WIB
Jokowi juga menyampaikan, negara-negara D-8 harus tetap mendorong akses yang adil terhadap vaksin. Dia pun menyerukan penolakan adanya nasionalisme vaksin.
"Ketersediaan dan keterjangkauan vaksin merupakan kunci untuk keluar dari krisis. Namun, saat ini kita saksikan meningkatnya nasionalisme vaksin. Ini harus kita tolak. Kita harus mendukung vaksin multilateral," tegasnya.
Baca juga: Kemenkes Gandeng UMSU Medan Suntik Vaksin Covid-19 untuk Tokoh Lintas Agama
Menurutnya vaksin covid-19 adalah barang publik global. Sehingga dunia perlu bersatu untuk memproduksi dan mendistribusikan vaksin untuk semua.
Maka dari itu dia mengatakan, dunia harus dapat menggandakan kapasitas produksi. Dia menegaskan bahwa tidak boleh ada pembatasan terhadap produksi dan distribusi vaksin.
"Di sinilah D-8 bisa berperan dalam menawarkan kapasitas produksi yang dimilikinya untuk meningkatkan produksi, mendorong akses yang sama terhadap vaksin, dan mendorong transfer teknologi," ungkapnya.
"Ketersediaan dan keterjangkauan vaksin merupakan kunci untuk keluar dari krisis. Namun, saat ini kita saksikan meningkatnya nasionalisme vaksin. Ini harus kita tolak. Kita harus mendukung vaksin multilateral," tegasnya.
Baca juga: Kemenkes Gandeng UMSU Medan Suntik Vaksin Covid-19 untuk Tokoh Lintas Agama
Menurutnya vaksin covid-19 adalah barang publik global. Sehingga dunia perlu bersatu untuk memproduksi dan mendistribusikan vaksin untuk semua.
Maka dari itu dia mengatakan, dunia harus dapat menggandakan kapasitas produksi. Dia menegaskan bahwa tidak boleh ada pembatasan terhadap produksi dan distribusi vaksin.
"Di sinilah D-8 bisa berperan dalam menawarkan kapasitas produksi yang dimilikinya untuk meningkatkan produksi, mendorong akses yang sama terhadap vaksin, dan mendorong transfer teknologi," ungkapnya.
Lihat Juga :