Menaker Akui Pandemi Beri Beban Tambahan Perempuan di Rumah
Kamis, 08 April 2021 - 06:40 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam keynote speech di acara Women Lead Forum 2021. Foto/Istimewa
JAKARTA - Pandemi virus Corona (Covid-19) diakui menambah beban tambahan bagi perempuan. Mulai dari diberlakukannya work from home (WFH) dan school from home, sehingga mengharuskan mengurus semua pekerjaan dalam satu hari penuh.
Baca juga: Menaker Ida Ajak Serikat Buruh Perkuat Dialog Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam keynote speech di acara Women Lead Forum 2021 mengemukakan, bermacam kondisi ketimpangan gender yang masih ditemukan di kalangan pekerja Indonesia, mulai dari ketimpangan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), kesenjangan upah, hingga perlakuan diskriminatif berbasis gender.
Baca juga: Bupatinya Perempuan, Ade Yasin: Malu jika Kabupaten Bogor Tidak Responsif Gender
"Bagi perempuan, adanya pandemi memberikan beban tambahan, mulai dari hilangnya pekerjaan atau pendapatan, meningkatnya beban pengurusan rumah tangga akibat work from home, school from home, sehingga kekerasan dalam rumah tangga oleh pasangan meningkat seperti yang ditemukan dalam studi tingkat global," kata Ida Fauziyah, Rabu (7/4/2021).
Baca juga: Menaker Ida Ajak Serikat Buruh Perkuat Dialog Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam keynote speech di acara Women Lead Forum 2021 mengemukakan, bermacam kondisi ketimpangan gender yang masih ditemukan di kalangan pekerja Indonesia, mulai dari ketimpangan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), kesenjangan upah, hingga perlakuan diskriminatif berbasis gender.
Baca juga: Bupatinya Perempuan, Ade Yasin: Malu jika Kabupaten Bogor Tidak Responsif Gender
"Bagi perempuan, adanya pandemi memberikan beban tambahan, mulai dari hilangnya pekerjaan atau pendapatan, meningkatnya beban pengurusan rumah tangga akibat work from home, school from home, sehingga kekerasan dalam rumah tangga oleh pasangan meningkat seperti yang ditemukan dalam studi tingkat global," kata Ida Fauziyah, Rabu (7/4/2021).
Lihat Juga :