Kartini Perindo Siap Kawal Kesetaraan Gender di Indonesia
Kamis, 08 Agustus 2024 - 09:19 WIB
loading...
Pengurus DPP Kartini Perindo Ike Suharjo mengatakan siap mengawal keadilan dan kesetaraan gender di Indonesia. Salah satunya aktif dalam Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI). Foto: SINDOnews/Widya Michella
A
A
A
JAKARTA - Pengurus DPP Kartini Perindo Ike Suharjo mengatakan siap mengawal keadilan dan kesetaraan gender di Indonesia. Salah satunya aktif dalam Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI).
Menurut dia, KPPI merupakan suatu wadah yang sangat penting bagi perempuan di seluruh Indonesia khususnya untuk mengawal keadilan dan kesejahteraan gender setiap kebijakan ataupun dalam undang-undang.
Baca juga: Rakernas KPPI Dorong Kementerian PPPA Jadi Kementerian Koordinator
"Harapan saya sebagai Kartini Perindo tidak hanya DPP dan juga perwakilan Perindo dari DPW Bali, kami terus aktif dalam KPPI. Kami akan terus berjuang mengawal menyuarakan aspirasi perempuan-perempuan Indonesia,” ujar Ike usai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) di Jakarta, Rabu (7/8/2024).
Kartini Perindo dalam KPPI juga ikut melobi unsur dan komisi agar pimpinan legislatif diisi 30 persen keterwakilan perempuan. Hal ini supaya perempuan dapat aktif di Senayan/DPR menyuarakan berbagai kepentingan perempuan di Indonesia.
Menurut dia, KPPI merupakan suatu wadah yang sangat penting bagi perempuan di seluruh Indonesia khususnya untuk mengawal keadilan dan kesejahteraan gender setiap kebijakan ataupun dalam undang-undang.
Baca juga: Rakernas KPPI Dorong Kementerian PPPA Jadi Kementerian Koordinator
"Harapan saya sebagai Kartini Perindo tidak hanya DPP dan juga perwakilan Perindo dari DPW Bali, kami terus aktif dalam KPPI. Kami akan terus berjuang mengawal menyuarakan aspirasi perempuan-perempuan Indonesia,” ujar Ike usai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) di Jakarta, Rabu (7/8/2024).
Kartini Perindo dalam KPPI juga ikut melobi unsur dan komisi agar pimpinan legislatif diisi 30 persen keterwakilan perempuan. Hal ini supaya perempuan dapat aktif di Senayan/DPR menyuarakan berbagai kepentingan perempuan di Indonesia.
Lihat Juga :