Banjir Produk Impor Tekstil, Ketua DPD Desak Proteksi Pasar Lindungi IKM

Minggu, 04 April 2021 - 18:35 WIB
"Saya meminta pemerintah untuk memproteksi pasar melalui regulasi yang melindungi pelaku usaha lokal. Jika hal ini dibiarkan, maka kita akan menghadapi kematian industri kecil menengah dan bersiap menghadapi permasalahan sosial yang besar," lanjut La Nyalla.Baca juga: AHY Didorong Bersaing dengan Anies, Demokrat: Kami Sedang Fokus Konsolidasi

Senator dapil Jawa Timur itu mendesak pemerintah segera menyelesaikan regulasi yang memproteksi pasar. Pasalnya, alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menilai hingga kini hal tersebut belum juga dirampungkan pemerintah.

"Ini urgent dan harus menjadi prioritas hingga saatnya kita mampu bersaing di pasar bebas," ujar alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut.Baca juga: Politikus Gerindra: Jangan Menyebut Rezim kepada Pemerintah Jokowi

Industri kecil dan menegah (IKM) tekstil mengalami penurunan penjualan disebabkan pandemi covid-19 dan banjir produk impor di pasaran. Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia menyebutkan produk impor tekstil tidak hanya terjadi di pasar swalayan, namun juga masuk ke marketplace.

Data Indotextiles yang menyebutkan sepanjang 2020 produksi garmen IKM mencapai sekitar 641.000 ton. Di Jawa Barat banyak sekali produksinya, misalnya sentra rajut binong di Bandung. Mereka produksi terus-menerus dengan pekerja yang juga banyak. Miris ketika produknya tidak dapat bersaing dengan impor. Harganya jauh sekali tetapi kualitas lebih baik dibandingkan produk impor.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!