Terlanjur Basah, Kubu Moeldoko dkk Diyakini Tak Akan Berdiam Diri
Sabtu, 03 April 2021 - 14:12 WIB
Maka itu, Yasonna menyampaikan Kemenkumham tidak berwenang untuk menilai perubahan AD/ART Partai Demokrat yang diajukan kubu Moeldoko tersebut. Lalu, akankah kubu Moeldoko berdiam diri menyikapi keputusan Kemenkumham itu?
“KLB Demokrat pasti melawan. Terlanjur basah mandi sekalian,” ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno kepada SINDOnews, Kamis 1 April 2021.
Buktinya, kata Adi Prayitno, kubu Moeldoko menyatakan akan menggugat di pengadilan terkait sejumlah kejanggalan Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Misalnya soal AD/ART dan sejumlah pendiri partai yang banyak dihilangkan di mukaddimah,” kata Adi.Baca juga: Andi Mallarangeng Sebut Ada 3 Opsi untuk Moeldoko, Silakan Pilih Mana
Menurut Adi, keputusanKemenkumham yang menolak permohonan pengesahan kubu Moeldoko dkk ibarat babak pertama. Ke depan, Adi memprediksi masih banyak pertarungan yang bakal terjadi antara kubu AHY dengan Moeldoko.
Terutama, lanjut Adi, kubu KLB atau Moeldoko yang terus mencari celah perlawanan untuk menang. Adi menjelaskan, politik pada hakikatnya adalah memenangkan banyak pertempuran.
“KLB Demokrat pasti melawan. Terlanjur basah mandi sekalian,” ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno kepada SINDOnews, Kamis 1 April 2021.
Buktinya, kata Adi Prayitno, kubu Moeldoko menyatakan akan menggugat di pengadilan terkait sejumlah kejanggalan Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Misalnya soal AD/ART dan sejumlah pendiri partai yang banyak dihilangkan di mukaddimah,” kata Adi.Baca juga: Andi Mallarangeng Sebut Ada 3 Opsi untuk Moeldoko, Silakan Pilih Mana
Menurut Adi, keputusanKemenkumham yang menolak permohonan pengesahan kubu Moeldoko dkk ibarat babak pertama. Ke depan, Adi memprediksi masih banyak pertarungan yang bakal terjadi antara kubu AHY dengan Moeldoko.
Terutama, lanjut Adi, kubu KLB atau Moeldoko yang terus mencari celah perlawanan untuk menang. Adi menjelaskan, politik pada hakikatnya adalah memenangkan banyak pertempuran.
Lihat Juga :