Kader Demokrat Menanti Keadilan dan Profesionalisme Ditegakkan
Selasa, 30 Maret 2021 - 13:43 WIB
Syahrial menambahkan, jika KLB Demokrat disahkan, ke depan, siapa pun orang di luar partai yang memiliki syahwat kekuasaan dan kemampuan logistik, bisa merampas partai politik seenaknya. "Mengangkangi etika dan legalitas formal. Jika hal ini terjadi, percobaan kudeta akan terus berlangsung di parpol mana pun, ke depannya."
Lantas, bagaimana sebaiknya pemerintah bersikap? Menurut Syahrial, seperti sudah dinyatakan oleh Menko Polhukam Mahfud MD, bahwa dia dan Menkumham Yasonna Laoly telah menerima arahan dari Presiden Jokowi agar hati-hati melibatkan peran pemerintah atas konflik yang terjadi di Demokrat. "Begitu pun pernyataan sumber-sumber lain pejabat di lingkungan Istana, menyatakan demikian," katanya.
Baca juga: Mundur dari Partai Emas, Ini Alasan Max Sopacua
Menurut Syahrial, Jokowi ingin persoalan Partai Demokrat diselesaikan secara adil dan profesional berdasarkan hukum. Bebas dari intervensi politik dan kekuasaan. "Dan, hari-hari ini hingga beberapa hari ke depan, kami para kader Partai Demokrat yang sah sedang menantikan keadilan dan profesionalisme itu ditegakkan. Sesuai janji Presiden dan petunjuk konstitusi," pungkasnya.
Lantas, bagaimana sebaiknya pemerintah bersikap? Menurut Syahrial, seperti sudah dinyatakan oleh Menko Polhukam Mahfud MD, bahwa dia dan Menkumham Yasonna Laoly telah menerima arahan dari Presiden Jokowi agar hati-hati melibatkan peran pemerintah atas konflik yang terjadi di Demokrat. "Begitu pun pernyataan sumber-sumber lain pejabat di lingkungan Istana, menyatakan demikian," katanya.
Baca juga: Mundur dari Partai Emas, Ini Alasan Max Sopacua
Menurut Syahrial, Jokowi ingin persoalan Partai Demokrat diselesaikan secara adil dan profesional berdasarkan hukum. Bebas dari intervensi politik dan kekuasaan. "Dan, hari-hari ini hingga beberapa hari ke depan, kami para kader Partai Demokrat yang sah sedang menantikan keadilan dan profesionalisme itu ditegakkan. Sesuai janji Presiden dan petunjuk konstitusi," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :