Respons Meningkatnya Pasien COVID-19, PB HMI Adakan Rapid Test Secara Gratis
Sabtu, 18 April 2020 - 16:58 WIB
Sementara itu, Direktur Badan Koordinasi Nasional LKMI dr Fachrurrozy Basalamah (dr Ozy) pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa, rapid test akan diutamakan bagi para relawan satgas COVID-19, tenaga medis dan masyarakat kurang mampu yang memiliki gejala COVID-19.
“LKMI telah menyediakan Hotline pendaftaran bagi relawan dan tenaga medis yang ingin diperiksa secara intensif. Termasuk Juga bagi masyarakat umum yang terbatas secara ekonomi akan turut kami test kesehatannya khususnya yang berdomisili di jakarta selatan,” ujar dr Ozy.
Lebih jauh dr Ozy menjelaskan bahwa, mekanisme rapid test ini akan dibuka disekretariat PB HMI dan membagi dalam 3 sesi waktu pemeriksaan, sehingga tidak terjadi penumpukan peserta dan tentu saja karena pertimbangan keterbatasan tenaga medis. Dalam situasi seperti ini dr Ozhy juga berharap agar masyarakat khususnya warga Ibu Kota Jakarta lebih tertib untuk menahan diri tidak keluar rumah, karena pandemik ini memiliki pola epidemic yang sangat sulit untuk dihindari.
“Namun, Akan menjadi sebuah upaya pencegahan dan kontribusi yang bijaksana jika setiap individu khususnya warga Ibu Kota Jakarta agar lebih tertib dan berusaha menahan diri untuk tidak keluar dari rumah dan tempat tinggal masibg-masing di masa-masa darurat ini, karena pandemik COVID-19 memiliki pola epidemi yang sangat sulit untuk dihindari, kendatipun kita memiliki antibody yang tangguh,” tutup dr Ozy.
“LKMI telah menyediakan Hotline pendaftaran bagi relawan dan tenaga medis yang ingin diperiksa secara intensif. Termasuk Juga bagi masyarakat umum yang terbatas secara ekonomi akan turut kami test kesehatannya khususnya yang berdomisili di jakarta selatan,” ujar dr Ozy.
Lebih jauh dr Ozy menjelaskan bahwa, mekanisme rapid test ini akan dibuka disekretariat PB HMI dan membagi dalam 3 sesi waktu pemeriksaan, sehingga tidak terjadi penumpukan peserta dan tentu saja karena pertimbangan keterbatasan tenaga medis. Dalam situasi seperti ini dr Ozhy juga berharap agar masyarakat khususnya warga Ibu Kota Jakarta lebih tertib untuk menahan diri tidak keluar rumah, karena pandemik ini memiliki pola epidemic yang sangat sulit untuk dihindari.
“Namun, Akan menjadi sebuah upaya pencegahan dan kontribusi yang bijaksana jika setiap individu khususnya warga Ibu Kota Jakarta agar lebih tertib dan berusaha menahan diri untuk tidak keluar dari rumah dan tempat tinggal masibg-masing di masa-masa darurat ini, karena pandemik COVID-19 memiliki pola epidemi yang sangat sulit untuk dihindari, kendatipun kita memiliki antibody yang tangguh,” tutup dr Ozy.
(kri)
Lihat Juga :