Kepala BNPT Sebut Radikalisme Cenderung Turun Selama Pandemi
Senin, 22 Maret 2021 - 14:42 WIB
Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar menyebut bahwa tren potensi radikalisme di Tanah Air cenderung menurun selama pandemi COVID-19. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ), Komjen Pol Boy Rafli Amar menyebut bahwa tren potensi radikalisme di Tanah Air cenderung menurun selama pandemi COVID-19 . Fakta ini didapat berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan oleh BNPT bersama Alvara Research dan Nasarudin Umar Foundation.
“Tren potensi radikalisme di Indonesia menurun dari tahun 2017 sebesar 55,2 persen atau masuk dalam kategori sedang, tahun 2019 sebesar 38,4 persen kategori rendah dan menjadi 14 persen pada tahun 2020 yaitu kategori sangat rendah,” ujar Boy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/3/2021). Baca juga: BNPT Ungkap Mengapa Anak Muda Paling Potensial Terpapar Paham Radikalisme
“Hal itu menunjukkan bahwa selama masa pandemi COVID-19, tren potensi radikalisme cenderung menurun, mengalami penurunan,” sambungnya.
Boy memaparkan pada tahun 2020, Global Terorism Index juga mengeluarkan hasil survei yang menemukan bahwa Indonesia ada pada peringkat 37 atau naik peringkat dari tahun sebelumnya. Menurutnya, posisi itu menjelaskan bahwa Indonesia berada pada ketegori medium negara yang terdampak terorisme.
“Tren potensi radikalisme di Indonesia menurun dari tahun 2017 sebesar 55,2 persen atau masuk dalam kategori sedang, tahun 2019 sebesar 38,4 persen kategori rendah dan menjadi 14 persen pada tahun 2020 yaitu kategori sangat rendah,” ujar Boy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/3/2021). Baca juga: BNPT Ungkap Mengapa Anak Muda Paling Potensial Terpapar Paham Radikalisme
“Hal itu menunjukkan bahwa selama masa pandemi COVID-19, tren potensi radikalisme cenderung menurun, mengalami penurunan,” sambungnya.
Boy memaparkan pada tahun 2020, Global Terorism Index juga mengeluarkan hasil survei yang menemukan bahwa Indonesia ada pada peringkat 37 atau naik peringkat dari tahun sebelumnya. Menurutnya, posisi itu menjelaskan bahwa Indonesia berada pada ketegori medium negara yang terdampak terorisme.
Lihat Juga :