Infiltrasi Partai Demokrat secara Telanjang, Moeldoko Turun Level menjadi Wayang
Sabtu, 06 Maret 2021 - 14:00 WIB
”Orang berpikir kalau mau berpolitik yang bermutu, kenapa bukan orang lain yang dijadikan ketua umum sehingga Moeldoko tetap menjadi dalang. Ini sekarang dalang menjadi wayang, terlihat kan?” ujar Rocky.
(Baca: Komentari Kisruh Demokrat, Pangi Syarwi: Lebih Jorok Dibandingkan Orde Baru)
Menurut dia, akhirnya masyarakat bisa melihat ada yang tidak jujur dalam proses naiknya Moeldoko lewat KLB. ”Ambisi diperlihatkan di depan. Bukan lagi samar-samar, tetapi ini terbuka Pak Moeldoko melakukan politik infiltrasi. Mestinya taruh saja orang lalu kendalikan,” ujar mantan dosen filsafat UI tersebut.
Bagi Rocky, yang ditantang Moeldoko sebenarnya bukanlah Partai Demokrat. Kalau hanya Partai Demokrat, gampang sekali melumpuhkannya. ”Yang ditantang itu etika politik. Tindakan di Sibolangit itu akan diingat dan dicatat sebagai keburukan kekuasaan,” katanya.
(Baca: Komentari Kisruh Demokrat, Pangi Syarwi: Lebih Jorok Dibandingkan Orde Baru)
Menurut dia, akhirnya masyarakat bisa melihat ada yang tidak jujur dalam proses naiknya Moeldoko lewat KLB. ”Ambisi diperlihatkan di depan. Bukan lagi samar-samar, tetapi ini terbuka Pak Moeldoko melakukan politik infiltrasi. Mestinya taruh saja orang lalu kendalikan,” ujar mantan dosen filsafat UI tersebut.
Bagi Rocky, yang ditantang Moeldoko sebenarnya bukanlah Partai Demokrat. Kalau hanya Partai Demokrat, gampang sekali melumpuhkannya. ”Yang ditantang itu etika politik. Tindakan di Sibolangit itu akan diingat dan dicatat sebagai keburukan kekuasaan,” katanya.
(muh)
Lihat Juga :