Pemerintah Dinilai Perlu Jelaskan Efektivitas GeNose ke Publik
Senin, 01 Maret 2021 - 14:57 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto minta Menristek Bambang Brodjonegoro, aktif melakukan sosialisasi untuk mengantisipasi adanya keraguan public terhadap efektivitas GeNose. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto minta Menristek Bambang Brodjonegoro, aktif melakukan sosialisasi untuk mengantisipasi adanya keraguan public terhadap efektivitas GeNose, alat pendeteksi Covid-19.
Menristek bersama tim peneliti GeNose dari Universitas Gajah Mada (UGM) harus dapat menjelaskan kepada publik bahwa GeNose efektif dalam mendeteksi Covid-19 berdasarkan pemeriksaan hembusan nafas, sama seperti rapid test atau PCR. Baca juga: GeNose C-19 Bakal Ada di Bandara per 1 April, Ini Respon AP I
Sekadar diketahui, Pemerintah Belanda menghentikan penggunaan SpiroNose untuk mendeteksi Covid-19. SpiroNose adalah alat deteksi Covid-19 berdasarkan hembusan nafas, sama seperti GeNose. Pemerintah Belanda menilai penggunaan SpiroNose tidak efektif karena ditemukan beberapa kasus pemeriksaan yang tidak akurat. Atas beberapa kejadian itu Pemerintah Belanda menghentikan penggunaan SpiroNose dan mengganti dengan metode lain. Baca juga: Bakal Dipakai di Mal, Produksi GeNose C-19 Dikebut Hingga 10 Ribu Unit per Minggu
"Pihak GeNose perlu menginfokan ke publik tingkat akurasi GeNose dibandingkan dengan rapid test atau PCR. Tentu saja tingkat akurasi alat tersebut diakui oleh lembaga pengawas semisal BPOM. Tingkat akurasi tersebut tentu didasarkan uji dengan standar ilmiah yang baku transparan dan akuntabel," ujar Mulyanto dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (1/3/2021).
Menristek bersama tim peneliti GeNose dari Universitas Gajah Mada (UGM) harus dapat menjelaskan kepada publik bahwa GeNose efektif dalam mendeteksi Covid-19 berdasarkan pemeriksaan hembusan nafas, sama seperti rapid test atau PCR. Baca juga: GeNose C-19 Bakal Ada di Bandara per 1 April, Ini Respon AP I
Sekadar diketahui, Pemerintah Belanda menghentikan penggunaan SpiroNose untuk mendeteksi Covid-19. SpiroNose adalah alat deteksi Covid-19 berdasarkan hembusan nafas, sama seperti GeNose. Pemerintah Belanda menilai penggunaan SpiroNose tidak efektif karena ditemukan beberapa kasus pemeriksaan yang tidak akurat. Atas beberapa kejadian itu Pemerintah Belanda menghentikan penggunaan SpiroNose dan mengganti dengan metode lain. Baca juga: Bakal Dipakai di Mal, Produksi GeNose C-19 Dikebut Hingga 10 Ribu Unit per Minggu
"Pihak GeNose perlu menginfokan ke publik tingkat akurasi GeNose dibandingkan dengan rapid test atau PCR. Tentu saja tingkat akurasi alat tersebut diakui oleh lembaga pengawas semisal BPOM. Tingkat akurasi tersebut tentu didasarkan uji dengan standar ilmiah yang baku transparan dan akuntabel," ujar Mulyanto dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (1/3/2021).
Lihat Juga :