Ketum Demokrat Pertama Keberatan Namanya Dicatut Lagi untuk Pengambilalihan Partai

Sabtu, 20 Februari 2021 - 12:42 WIB
“Kami menasehati JAM untuk menghentikan gerakan (pengambilalihan partai) ini karena menurut kami tidak akan membesarkan Demokrat. Bahkan sebaliknya, bisa mencoreng partai yang sedang meroket akhir-akhir ini di berbagai survei nasional,” imbuhnya.

Namun, di media massa fakta pertemuan ini dipelintir seolah-olah Prof Subur dan sejumlah kader senior menyetujui rencana KLB untuk mengambil alih kekuasaan partai. Ketua Umum Partai Demokrat periode 2001-2005 ini merasa dirugikan dengan pemberitaan tersebut. Ia menyayangkan reporter dan redaktur media nasional tersebut yang tidak menjalankan prosedur verifikasi dan klarifikasi sebagaimana diatur Kode Etik Wartawan Indonesia.

“Pemberitaan ini mencoreng nama baik dan reputasi saya sekaligus mengganggu hubungan baik dengan Ketum AHY serta jajaran pengurus Partai Demokrat saat ini,” tegas Prof Subur. Baca juga: Ketum Demokrat Pertama Beri Petuah kepada AHY soal Memimpin Partai

Lebih lanjut ia mengungkapkan baru ketemu AHY seminggu sebelumnya. “Kami diskusi lebih dari 2 jam dalam suasana yang hangat. Saya mendukung penuh kepemimpinan Mas AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat,” pungkas Prof Subur.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!