Presiden Mau Revisi UU ITE, Demokrat Kembali Pertanyakan Soal RUU Pemilu
Rabu, 17 Februari 2021 - 06:26 WIB
Wakil Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR, Irwan mengapresiasi rencana Presiden Jokowi yang hendak merevisi UU ITE yang dianggap memuat pasal-pasal karet. Foto/dpr.go.id
JAKARTA - Wakil Sekretaris Fraksi Partai Demokrat di DPR, Irwan mengapresiasi rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hendak merevisi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( UU ITE ) yang dianggap memuat pasal-pasal karet.
Ia pun meluruskan bahwa usulan revisi UU ITE ini sudah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) jangka menengah tahun 2020-2024 atas usulan DPR RI, bukan pemerintah. Baca juga: Minta Dikritik, Partai Demokrat: Jokowi Gagal Gunakan UU ITE
“Kita apresiasi ya Pak Presiden konsen terhadap UU ITE ini. Tapi saya luruskan tidak ada itu usulan revisi UU ITE oleh pemerintah. Yang benar adalah usulan revisi UU ITE itu sudah masuk long list Prolegnas Perubahan RUU Tahun 2020-2024 yang ditetapkan oleh DPR RI,” ujar Irwan saat dihubungi, Rabu (17/2/2021).
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR ini berpandangan, kalau memang dianggap prioritas oleh Presiden Jokowi kemungkinan masing-masing Fraksi di DPR RI akan mempertimbangkan untuk sepakat membahas dan memasukkannya dalam Prolegnas Prioritas 2021.
Ia pun meluruskan bahwa usulan revisi UU ITE ini sudah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) jangka menengah tahun 2020-2024 atas usulan DPR RI, bukan pemerintah. Baca juga: Minta Dikritik, Partai Demokrat: Jokowi Gagal Gunakan UU ITE
“Kita apresiasi ya Pak Presiden konsen terhadap UU ITE ini. Tapi saya luruskan tidak ada itu usulan revisi UU ITE oleh pemerintah. Yang benar adalah usulan revisi UU ITE itu sudah masuk long list Prolegnas Perubahan RUU Tahun 2020-2024 yang ditetapkan oleh DPR RI,” ujar Irwan saat dihubungi, Rabu (17/2/2021).
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR ini berpandangan, kalau memang dianggap prioritas oleh Presiden Jokowi kemungkinan masing-masing Fraksi di DPR RI akan mempertimbangkan untuk sepakat membahas dan memasukkannya dalam Prolegnas Prioritas 2021.
Lihat Juga :