Kolaborasi Kunci Strategis Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Selasa, 16 Februari 2021 - 16:43 WIB
Sebagai praktisi, Ketua Indonesia Tourism Forum, Dr. H. Sapta Nirwandar, S.E., dalam webinar tersebut pun menyebutkan bahwa 2024 pariwisata baru bisa pulih, mundur dari prediksi sebelumnya yaitu 2021.

“Virus yang kecil ini traveling kemana-mana, bukan orang yang pergi traveling. Jadi, begitulah dahsyatnya virus ini, tidak bisa disamakan dengan bencana alam biasa, tetapi tetap ada optimisme dalam situasi ini,” ungkap Bapak Sapta.

Dalam sesi webinar juga, Wakil Gubernur Bali, Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si., menjelaskan bahwa sejak pandemi tumbuh dan berkembang di Bali pemerintah fokus dengan memberikan penanganan sejak maret hingga juni. Kelandaian kasus menjadi acuan pemerintah Bali untuk membuka kembali Bali meski hanya menerima para wisatawan domestik.

“Jangka pendeknya strategi pemerintahan Bali ini sudah didahului dengan protokol kesehatan yang memadai dengan sertifikasi sehingga bisa menyatakan Bali siap untuk membuka kembali bagi pasar domestik saja,” ujar Wagub Bali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno juga mengakui bahwa sektor yang beliau pegang memang sedang memprihatinkan. Hampir 75% wisatawan asing mengalami penurunan selama pandemi, total 88% para pelaku pekerja di sektor pariwisata juga mengalami pembatalan kerja. Dampak pandemi pada sektor pariwisata sangatlah dahsyat.

Selain stimulus bantuan dana kepada pelaku ekonomi dan pariwisata, Quick Win 2021 ditetapkan menjadi strategi pemulihan pariwisata di era pandemi ini. #DiIndonesiaAjah menjadi tagar yang juga disosialisasikan Kemenparekraf untuk mengajak para wisatawan domestik berlibur di dalam negeri sebagai bagian upaya menjadikan pariwisata Indonesia kembali berkembang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!