Aktivitas Akan Kembali Berjalan, Protokol Kesehatan Harus Disiplin Diterapkan
Minggu, 17 Mei 2020 - 18:55 WIB
"Namun di sisi, lain tidak bisa berlama-lama menghentikan aktifitas pekerjaan untuk kebutuhan sehari-hari. Secara umum, resikonya juga tinggi, selain kematian akibat terpapar virus, di sisi lain menaikkan angka kemiskinan, menambah pengangguran, gelombang PHK, dan bahkan frustasi sosial," tambahnya.
Dimas sepakat dengan Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa pelonggaran PSBB agar dilakukan secara berhati-hati. Artinya jika aktivitas ekonomi dijalankan kembali maka masyarakat harus betul-betul menerapkan pola hidup 'new normal' dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai yang ditetapkan.
"Walaupun mungkin grafik Covid-19 ini menurun tapi kan tidak bisa hilang 0 persen sampai ditemukannya vaksin. Bahkan sekalipun vaksin telah ditemukan masyarakat akan tetap menjalani hidup dengan protokol kesehatan. Itu adalah sebuah kenyataan baru, new normal, seluruh masyarakat akibat khawatir dengan kemunculan atau sebaran virus," jelasnya.
"Hal yang perlu dilakukan pemerintah dan seluruh pihak adalah menggencarkan protokol kesehatan yang disiplin ke masyarakat. Seperti pembatasan sosial dan fisik secara individu, penggunaan masker dan pencuci tangan anti virus, semakin peduli pada isu kesehatan, serta intensitas komunikasi secara online," sambungnya.
Menurutnya, sosialisasi protokol kesehatan dapat menjadi sebuah instrumen atau rejim pengaturan publik yang efektif oleh negara dalam mendisiplinkan masyarakat. Meski aktivitas ekonomi warga perlahan dilonggarkan namun protokol kesehatan individu maupun publik akan semakin ketat melalui sosialisasi, penerapan dan pengawasan demi pencegahan Corona.
Dimas sepakat dengan Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa pelonggaran PSBB agar dilakukan secara berhati-hati. Artinya jika aktivitas ekonomi dijalankan kembali maka masyarakat harus betul-betul menerapkan pola hidup 'new normal' dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai yang ditetapkan.
"Walaupun mungkin grafik Covid-19 ini menurun tapi kan tidak bisa hilang 0 persen sampai ditemukannya vaksin. Bahkan sekalipun vaksin telah ditemukan masyarakat akan tetap menjalani hidup dengan protokol kesehatan. Itu adalah sebuah kenyataan baru, new normal, seluruh masyarakat akibat khawatir dengan kemunculan atau sebaran virus," jelasnya.
"Hal yang perlu dilakukan pemerintah dan seluruh pihak adalah menggencarkan protokol kesehatan yang disiplin ke masyarakat. Seperti pembatasan sosial dan fisik secara individu, penggunaan masker dan pencuci tangan anti virus, semakin peduli pada isu kesehatan, serta intensitas komunikasi secara online," sambungnya.
Menurutnya, sosialisasi protokol kesehatan dapat menjadi sebuah instrumen atau rejim pengaturan publik yang efektif oleh negara dalam mendisiplinkan masyarakat. Meski aktivitas ekonomi warga perlahan dilonggarkan namun protokol kesehatan individu maupun publik akan semakin ketat melalui sosialisasi, penerapan dan pengawasan demi pencegahan Corona.
Lihat Juga :