Faktor Parpol, Jadi Jalan Terjal Anies, Ridwan Kamil dan Ganjar Menuju 2024
Sabtu, 13 Februari 2021 - 19:19 WIB
(Baca juga: Anies Baswedan Diprediksi Pilih Nyapres 2024 Ketimbang Ikut Pilgub Lagi)
Adapun Ganjar Pranowo merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sedangkan Anies Baswedan dan Ridwan Kamil tidak memiliki partai politik (parpol).
"Ya menurut saya, ada partai ataupun tidak ada partai, sangat signifikan menentukan ketika pencalonan. Jadi kan salah satu syarat legal untuk mencalonkan ini menjadi presiden adalah didukung oleh partai yang punya Presidential Threshold," katanya.
Sementara itu, Undang-undang Pemilu belum berubah hingga saat ini. Sehingga, ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold masih tetap sebesar 20 persen suara nasional atau disetarakan dengan 25 persen perolehan kursi parlemen. "Jadi, ya mau enggak mau mereka harus punya cantolan ke partai," ungkapnya.
Namun, diakuinya masih ada partai politik yang modern atau rasional. "Dalam artian mereka tidak peduli itu orang dalam partai sendiri atau orang luar partai selama prospeknya menjanjikan dan meyakinkan kenapa tidak kita angkat menjadi atau kita calonkan menjadi presiden," ujarnya.
Adapun Ganjar Pranowo merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sedangkan Anies Baswedan dan Ridwan Kamil tidak memiliki partai politik (parpol).
"Ya menurut saya, ada partai ataupun tidak ada partai, sangat signifikan menentukan ketika pencalonan. Jadi kan salah satu syarat legal untuk mencalonkan ini menjadi presiden adalah didukung oleh partai yang punya Presidential Threshold," katanya.
Sementara itu, Undang-undang Pemilu belum berubah hingga saat ini. Sehingga, ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold masih tetap sebesar 20 persen suara nasional atau disetarakan dengan 25 persen perolehan kursi parlemen. "Jadi, ya mau enggak mau mereka harus punya cantolan ke partai," ungkapnya.
Namun, diakuinya masih ada partai politik yang modern atau rasional. "Dalam artian mereka tidak peduli itu orang dalam partai sendiri atau orang luar partai selama prospeknya menjanjikan dan meyakinkan kenapa tidak kita angkat menjadi atau kita calonkan menjadi presiden," ujarnya.
Lihat Juga :