Geger Kudeta Demokrat, Ini Deretan Konflik yang Pernah Landa Parpol Lain

Minggu, 07 Februari 2021 - 08:42 WIB
Penetapan tersangka Anas Urbaningrum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait proyek Hambalang saat itu dijadikan senjata ampuh untuk menggulingkan mantan Ketua Umum PB HMI itu dari kursi ketua umum Partai Demokrat. Nah, masalah internal partai politik itu bukan hanya dialami Partai Demokrat. Sejumlah partai politik lainnya juga pernah mengalami dengan berbagai macam kasus. Partai Golkar misalnya, pernah mengalami dualisme kepemimpinan, yakni Aburizal Bakrie (Ical) dengan Agung Laksono.

Ical menjadi ketua umum Partai Golkar hasil musyawarah nasional (Munas) di Bali pada tahun 2014, sedangkan Agung Laksono menjadi ketua umum hasil Munas tandingan yang digelar di Ancol, Jakarta. Jalur hukum pun ditempuh. Namun, dualisme itu berakhir dengan digelarnya musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) di Nusa Dua, Bali, Mei 2016 yang menetapkan Setya Novanto sebagai ketua umumnya.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga pernah mengalami dualisme kepemimpinan. Yakni, kubu Suryadharma Ali atau Djan Faridz dengan Romahurmuziy (Romi) yang berseteru saat itu. Jalur hukum juga ditempuh mereka. Menariknya, dua kubu di internal Partai Golkar dan PPP itu memiliki pilihan politik yang berbeda-beda saat itu.Baca juga: Rocky Gerung Sebut PDIP Tak Punya Calon Sekualitas Anies-AHY, Masinton dan Gus Mis Bilang Begini

Ical misalnya mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), sedangkan Agung Laksono mendukung Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Sementara di PPP, Suryadharma Ali atau Djan Faridz mendukung Prabowo di Pilpres 2014, sedang Romi mendukung Jokowi.

Selain Golkar dan PPP, Partai Hanura juga pernah mengalami dualisme. Kubu Oesman Sapta Odang (Oso) dan kubu Wiranto atau Marsekal Madya (Purn) Daryatmo. Kemudian, prahara juga menimpa Partai Berkarya, antara kubu Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dengan Muchdi PR.Baca juga: Filosofi Kopi Moeldoko dan Isu Kudeta Partai Demokrat
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!