Ini Ruginya Kalau Pilpres, Pileg, dan Pilkada Digelar Serentak
Selasa, 02 Februari 2021 - 10:35 WIB
Menurutnya, ruang untuk merefleksikan pilihan akan menyempit. Akibatnya, pilihan bisa bergeser dari yang mungkin rasional menjadi emosional. Dan ini kurang baik untuk pertumbuhan demokrasi kita ke depannya.
(Baca: Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu)
Hal lain adalah ketika Pilkada ditiadakan di 2022 dan 2023, maka posisi kepala-kepala daerah akan diisi oleh pejabat sementara yang ditunjuk. "Ini juga akan mengurangi demokrasi karena akan muncul kepala-kepala daerah yang duduk bukan berdasarkan aspirasi publik," tukasnya.
(Baca: Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu)
Hal lain adalah ketika Pilkada ditiadakan di 2022 dan 2023, maka posisi kepala-kepala daerah akan diisi oleh pejabat sementara yang ditunjuk. "Ini juga akan mengurangi demokrasi karena akan muncul kepala-kepala daerah yang duduk bukan berdasarkan aspirasi publik," tukasnya.
(muh)
Lihat Juga :