Moeldoko Sudah Menduga Perpres Ekstrimisme Bakal Dicurigai
Rabu, 20 Januari 2021 - 18:18 WIB
“Begitu kita bicara kewaspadaan takut dicap nggak reformis, dicap orde baru, dan seterusnya. Padahal kewaspadaan itu menjadi sangat penting ya. Karena kalau kita tidak waspada kita menjadi bangsa yang teledor, lalai. Kita ada ancaman, karena kita tidak waspada, ya tenang-tenang saja,” ujarnya.
Mantan Panglima TNI ini juga mengatakan bahwa persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya bisa ditangani oleh aparat kepolisian, pemerintah pusat maupun pemda. Menurutnya perlu pelibatan seluruh masyarakat Indonesia.
“Sifatnya adalah pemberdayaan. Itu saya pikir bagian dari demokrasi ya. Bagaimana mengelola masyarakat itu untuk terlibat di dalam mengelola situasi,” ungkapnya.
(Baca: Deforestasi Disebut Penyebab Banjir Kalsel, Moeldoko: Presiden Jokowi Tak Obral Izin)
Lebih lanjut Moeldoko menyebut bahwa Perpres ini merupakan hasil dorongan dari berbagai civil society organization (CSO). Jadi menurutnya terbitnya perpres ini merupakan bentuk keberhasilan dorongan dari berbagai CSO.
“Kurang lebih ada 50 CSO yang meng-endorse mulai 2017 agar perpres ini bisa dilahirkan. Berikutnya ada 18 K/L, perguruan tinggi, dan pihak yang terlibat di dalam mengendorse perpres ini. Jadi ini sebenarnya, keberhasilan perpres ini menjadi keberhasilan dari CSO. Ya antaranya, Wahid Foundation mengatakan sangat clear bahwa ini perjuangan sangat panjang, dan sangat mengapresiasi atas lahirnya perpres ini,” jelasnya.
Mantan Panglima TNI ini juga mengatakan bahwa persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya bisa ditangani oleh aparat kepolisian, pemerintah pusat maupun pemda. Menurutnya perlu pelibatan seluruh masyarakat Indonesia.
“Sifatnya adalah pemberdayaan. Itu saya pikir bagian dari demokrasi ya. Bagaimana mengelola masyarakat itu untuk terlibat di dalam mengelola situasi,” ungkapnya.
(Baca: Deforestasi Disebut Penyebab Banjir Kalsel, Moeldoko: Presiden Jokowi Tak Obral Izin)
Lebih lanjut Moeldoko menyebut bahwa Perpres ini merupakan hasil dorongan dari berbagai civil society organization (CSO). Jadi menurutnya terbitnya perpres ini merupakan bentuk keberhasilan dorongan dari berbagai CSO.
“Kurang lebih ada 50 CSO yang meng-endorse mulai 2017 agar perpres ini bisa dilahirkan. Berikutnya ada 18 K/L, perguruan tinggi, dan pihak yang terlibat di dalam mengendorse perpres ini. Jadi ini sebenarnya, keberhasilan perpres ini menjadi keberhasilan dari CSO. Ya antaranya, Wahid Foundation mengatakan sangat clear bahwa ini perjuangan sangat panjang, dan sangat mengapresiasi atas lahirnya perpres ini,” jelasnya.
Lihat Juga :