Sebut Hujan Penyebab Banjir Kalsel, Demokrat Sebut Pemerintah Tutup Mata
Rabu, 20 Januari 2021 - 16:50 WIB
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat ini, pernyataan itu ironis dan menggelitik akal sehat, bahwa sebuah kementerian teknis seperti KLHK yang menangani lingkungan dan kehutanan, tetapi hanya bisa menyalahkan hujan atas insiden banjir di Kalsel.
“Analisis tutupan lahannya bagaimana, Analisa Aliran Permukaan (Runoff) bagaimana? lahan kritisnya bagaimana? Kemampuan DAS nya bagaimana? Termasuk juga Land Use nya bagaimana? Apakah semua data itu mau diabaikan? Atau memang tidak pernah ada datanya,” cetus legislator asal Kalimantan Timur ini.
Doktor Kehutanan Universitas Mulawarman ini menjelaskan, sangat jelas bahwa lokasi banjir berada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito. Dari hulu, tengah sampai hilir DAS Barito semua banjir. Di hulu DAS Barito yaitu sub DAS Tabalong, sub DAS Balangan, sub DAS Barabai dan sub DAS Riam Kiwa semuanya mengalami banjir.
“Bukankah di hulu dan tengah DAS Barito ini sebagian kritis karena pembukaan dan pemanfaatan lahan oleh pertambangan dan perkebunan terutama di Tabalong, Balangan dan Riam Kiwa. Seluruh Sub DAS itu airnya masuk ke sungai Barito. Ada satu DAS juga yang terpisah dari DAS Barito yaitu Sub DAS Bati-Bati DAS Maluka di kabupaten Tanah Laut yang juga mengalami banjir,” bebernya.
(Baca: Capai Rp35 Triliun, Ini Jatah Dana Banjir-Longsor di Jabodetabekpuncur)
“Analisis tutupan lahannya bagaimana, Analisa Aliran Permukaan (Runoff) bagaimana? lahan kritisnya bagaimana? Kemampuan DAS nya bagaimana? Termasuk juga Land Use nya bagaimana? Apakah semua data itu mau diabaikan? Atau memang tidak pernah ada datanya,” cetus legislator asal Kalimantan Timur ini.
Doktor Kehutanan Universitas Mulawarman ini menjelaskan, sangat jelas bahwa lokasi banjir berada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito. Dari hulu, tengah sampai hilir DAS Barito semua banjir. Di hulu DAS Barito yaitu sub DAS Tabalong, sub DAS Balangan, sub DAS Barabai dan sub DAS Riam Kiwa semuanya mengalami banjir.
“Bukankah di hulu dan tengah DAS Barito ini sebagian kritis karena pembukaan dan pemanfaatan lahan oleh pertambangan dan perkebunan terutama di Tabalong, Balangan dan Riam Kiwa. Seluruh Sub DAS itu airnya masuk ke sungai Barito. Ada satu DAS juga yang terpisah dari DAS Barito yaitu Sub DAS Bati-Bati DAS Maluka di kabupaten Tanah Laut yang juga mengalami banjir,” bebernya.
(Baca: Capai Rp35 Triliun, Ini Jatah Dana Banjir-Longsor di Jabodetabekpuncur)
Lihat Juga :