Muhaimin: Banjir di Kalteng Akibat Strategi Pembangunan Eksploitasi SDA

Sabtu, 16 Januari 2021 - 19:37 WIB
Dirinya juga sudah meminta kader PKB di daerah untuk bergerak membantu dalam menangani kesulitan masyarakat akibat musibah banjir besar di Kalsel. Gus AMI mempertanyakan strategis pembangunan yang jauh dari misi rahmatan lil alamin atau pembangunan yang memberikan rahmat bagi seluruh alam, dan justru menimbulkan kerusakan lingkungan. "Ini wajar terjadi karena PKB belum pernah memimpin Kalimantan Selatan. Saya minta ke depan PKB harus memimpin Kalimantan Selatan dan membenahi seluruh kesalahan dalam mengelola sumber daya alam yang menghancurkan dan merusak alam semesta," katanya.

Dirinya juga mengaku bersedih adanya bencana alam gempa bumi yang sangat besar di Sulawesi Barat yang menghancurkan seluruh sendi kehidupan masyarakat setempat. "Saya sudah perintahkan kepada Pengurus Wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara yang terdekat dan Sulawesi Selatan untuk membantu menolong sahabat-sahabat dan keluarga besar kita maupun masyarakat di Sulawesi Barat," tuturnya.

Bahkan, Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra ini mengaku mendapatkan laporan bahwa warga di wilayah gempa terpaksa menjarah bantuan yang bukan merupakan hak mereka di tengah jalan. "Bantuan yang bukan menjadi haknya disetop di jalan, dijarah saking sulitnya bahan yang didapatkan. Kita akan turun tangan untuk mengatasi dan menolong yang sedang tertimpa musibah," serunya.

Dikatakan Gus AMI, banyaknya musibah besar yang melanda beberapa wilayah di negeri ini harus menjadi refleksi untuk mengevaluasi total tujuan pembangunan harus dikembalikan kepada spirit rahmatan lil alamin, spirit kemanusiaan yang menjadi tujuan mutlak dari pembangunan. "Di suasana pandemi yang sulit, suasana penuh banyak musibah yang ada, peringatan kita untuk melakukan evaluasi total terhadap strategi pembangunan kita. Kita harus melakukan upaya tersebut, mengubah, menata ulang, melakukan re-evaluasi, evaluasi kembali aspek-aspek dari strategi pembangunan kita," tuturnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!