Imbau Masyarakat Waspada, BMKG: Gempa Sulbar Mirip Peristiwa Lombok 2018

Jum'at, 15 Januari 2021 - 14:18 WIB
Untuk sementara, kata Daryono, gempa yang terjadi pada pagi dini hari tadi statusnya sebagai gempa utama (mainshocks). “Semoga status ini tidak berubah dan justru akan meluruh, melemah hanya terjadi gempa susulan (aftershocks) dengan kekuatan yang terus mengecil dan kembali stabil. Masyarakat yang tempat tinggalnya sudah rusak atau rusak sebagian, diimbau untuk tidak menempati lagi karena jika terjadi gempa susulan signifikan dapat mengalami kerusakan yang lebih berat bahkan dapat roboh,” tegas Daryono.

Masyarakat, juga perlu waspada dengan kawasan perbukitan dengan tebing curam karena gempa susulan signifikan dapat memicu longsoran (landslide) dan runtuhan batu (rock fall). “Apalagi saat ini musim hujan yg dapat memudahkan proses longsoran karena kondisi tanah lereng perbukitan basah dan labil. Mengingat pesisir Majene pernah terjadi tsunami pada 1969, masyarakat yang bermukim di wilayah Pesisir Majene perlu waspada jika merasakan gempa kuat agar segera menjauh dari pantai tanpa menunggu peringatan dini tsunami dari BMKG,” jelas Daryono.

Selain itu, Daryono meminta masyarakat agar tidak percaya berita bohong (hoaks) mengenai prediksi dan ramalan gempa yang akan terjadi dengan kekuatan lebih besar dan akan terjadi tsunami.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!