Jelang Vaksinasi Presiden Jokowi, Video Politikus PDIP Tolak Vaksin Beredar

Rabu, 13 Januari 2021 - 10:04 WIB
Ribka beralasan bahwa Bio Farma sebagai lembaga kesehatan yang menangani vaksin Sinovac belum memaparkan hasil uji klinis yang ketiganya. Dia pun mencontohkan beberapa kasus vaksin yang tidak jelas uji klinisnya. Seperti misalnya vaksin polio untuk antipolio di Sukabumi malah lumpuh layu. Kemudian antikaki gajah di Majalaya meninggal 12 karena ditolak dibeberapa negara dan di Indonesia diterima dengan harga Rp1,3 triliun.

Ribka pun bertanya kepada Menteri Kesehatan Budi Sadikin yang hadir perihal vaksin mana yang akan diberikan gratis. Sebab, dia menerima informasi ada lima macam jenis vaksin yang berbeda harga. Mulai dari Rp100.000 hingga Rp2 juta."Pasti yang gratis yang murah untuk orang miskin," ujarnya. (Baca juga: Kemenag Resmi Serahkan Sertifikat Halal Vaksin Sinovac Kepada Bio Farma )

Politikus senior itu pun sudah menduga dari awal dagangnya COVID-19 pada Maret 2019 lalu akan berujung pada bisnis. Misalnya saja rapid atau tes swab. Beberapa hari lalu, pihaknya mendatangi rumah sakit swasta dan mendapatkan harga tes swab seharga Rp3,5 juta dengan hasil tiga hari atau Rp6 juta dengan hasil satu hari.

"Lah ini patokannya karena lama pemeriksaannya atau karena duitnya?. Abis swab rame vaksin nanti rame obat. Saya ingatkan nih kadinda menteri, negara Tidak boleh berbisnis dengan rakyatnya," katanya.

Presiden Jokowi diketahui akan disuntik vaksin Sinovac pada Rabu (13/1/2021) bersama dengan sejumlah jajaran kabinetnya. Penyuntikan vaksin akan dilakukan oleh tim dokter kepresidenan dan dibantu oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!