Spekulasi Sriwijaya Air Jatuh, DPR: Biarkan Basarnas dan KNKT Bekerja

Senin, 11 Januari 2021 - 21:59 WIB
"Umur pesawat terbang bukan hal utama dalam keselamatan terbang. Yang paling utama adalah perawatan dan pengecekan kelayakan terbang secara rutin. Kita bisa lihat pada kasus Lion Air rute Jakarta-Pangkalpinang 2018 kemarin. Pesawat berjenis Boeing 737 MAX 8 tersebut baru berusia 2 bulan ketika terjadi musibah tersebut. Artinya, kecelakaan bisa terjadi pada pesawat terbang berumur berapapun," kata Lasmi kepada SINDOnews, Senin (11/1/2021).

Politikus Partai Demokrat itu tidak ingin berspekulasi dengan faktor penyebab kecelakaan tersebut. Ia menegaskan tetap menunggu hasil investigasi yang dilakukan KNKT terkait apakah pesawat tersebut dirawat dan diperiksa secara rutin sesuai prosedur standar (SOP) kelaikan terbang.

"Saya tidak mau berspekulasi. Biarkan Basarnas dan KNKT bekerja secara maksimal, fokus ke pencarian korban dan kotak hitam terlebih dahulu. Setelah itu baru kita bicara hal hal yang lain," jelasnya.

Ia memaklumi jika umur pesawat akan berpengaruh terhadap biaya perawatan karena semakin tua akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Di sisi lain, pandemi Covid-19 disinyalir sangat berdampak terhadap pemasukan maskapai.

"Umur pesawat pasti berpengaruh terhadap biaya perawatan. Semakin berumur semakin banyak biaya yang dikeluarkan. Pandemi tidak boleh dijadikan alasan oleh maskapai untuk mengurangi biaya perawatan karena hal tersebut sangat membahayakan crew dan penumpang pesawat," tandasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!