Peran Oposisi PKS, Demokrat dan PAN bak Pepatah Arab 'Wujuduhu Kaadamihi'
Senin, 11 Januari 2021 - 07:33 WIB
"Praktis setelah Gerindra berhasil direkrut pemerintah, tak ada lagi oposisi yang lantang, menggetarkan, menggoyang dan menimbulkan efek waspada bagi kekuasaan," kata Fadhli.
Menurutnya, oposisi seperti bergerak pada wilayah abu-abu. Di satu sisi ingin beroposisi tetapi sisi lain ingin mendapatkan keuntungan politik kekuasaan. PKS yang sedari awal menyatakan sebagai oposisi juga terkesan pragmatis karena seperti memilih-milah isu. Kecenderungan ini juga dilakukan Demokrat dan PAN.
(Baca juga : Profil Singkat 3 Kader PKS yang Berpeluang Ramaikan Pilpres 2024 )
Akhirnya, Fadhli menilai secara umum bahwa tak ada parpol oposisi yang patut diperhitungkan oleh kekuasaan. Padahal, baik Demokrat, PKS maupun PAN dalam pemetaan politik hari ini telah dipersepsikan masyarakat sebagai kekuatan oposisi. (Baca juga: Prabowo-Sandi Mantap Dukung Jokowi, PKS Tetap Jadi Oposisi )
"Justru, saya melihat yang memerankan sebagai oposisi murni itu berada di luar kekuasaan atau gerakan ekstra parlementer dan civil society," tuturnya.
Menurutnya, oposisi seperti bergerak pada wilayah abu-abu. Di satu sisi ingin beroposisi tetapi sisi lain ingin mendapatkan keuntungan politik kekuasaan. PKS yang sedari awal menyatakan sebagai oposisi juga terkesan pragmatis karena seperti memilih-milah isu. Kecenderungan ini juga dilakukan Demokrat dan PAN.
(Baca juga : Profil Singkat 3 Kader PKS yang Berpeluang Ramaikan Pilpres 2024 )
Akhirnya, Fadhli menilai secara umum bahwa tak ada parpol oposisi yang patut diperhitungkan oleh kekuasaan. Padahal, baik Demokrat, PKS maupun PAN dalam pemetaan politik hari ini telah dipersepsikan masyarakat sebagai kekuatan oposisi. (Baca juga: Prabowo-Sandi Mantap Dukung Jokowi, PKS Tetap Jadi Oposisi )
"Justru, saya melihat yang memerankan sebagai oposisi murni itu berada di luar kekuasaan atau gerakan ekstra parlementer dan civil society," tuturnya.
Lihat Juga :