KLHK Siapkan Bansos Rp1,01 T untuk Warga Sekitar Hutan
Jum'at, 17 April 2020 - 09:37 WIB
Dalam Rapat Kerja Virtual bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (15/4/2020), orientasi refocusing anggaran KLHK menitikberatkan di antaranya keselamatan atasi penyebaran pandemi. Selanjutnya, keberlanjutan usaha ekonomi kehutanan, konservasi, dan hutan sosial; kegiatan padat karya; stimulasi ekonomi; keberlanjutan pelayanan publik dan target grup pembinaan KLHK seperti Masyarakat Peduli Api (MPA) serta Mitra Konservasi. “Anggaran hasil refocusing dialokasikan untuk menambah kegiatan berbasis masyarakat serta untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang terdampak Covid-19,” kata Menteri Siti.
Salah satu contohnya dengan melakukan pembelian produk herbal/suplemen/madu dari Kelompok Tani Hutan untuk pegawai guna menunjang peningkatan daya beli masyarakat, pengadaan suplemen penambah daya tahan tubuh yang berasal dari produk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial untuk diberikan kepada tenaga medis di rumah sakit rujukan Covid-19.
Refocusing juga untuk penyelenggaraan pelatihan masyarakat jarak jauh bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial dan pendamping Perhutanan Sosial, pemberian bantuan ekonomi produktif dan Bang Pesona bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), serta pendampingan Kelompok TaniHutan (KTH).
Ketua Komisi IV DPR Sudin tetap meminta KLHK merinci kembali refocusing kegiatan dan realokasi anggaran, terutama pada postur anggaran untuk sarana dan prasarana pengelolaan limbah infeksius Covid-19.
“Kami minta perhatian anggaran untuk pengelolaan limbah infeksius dan alat pelindung diri (APD) akibat Covid-19 serta pengendalian karhutla dimana saat ini sudah memasuki musim kemarau pada beberapa wilayah,” ucap Sudin. (Sudarson)
Salah satu contohnya dengan melakukan pembelian produk herbal/suplemen/madu dari Kelompok Tani Hutan untuk pegawai guna menunjang peningkatan daya beli masyarakat, pengadaan suplemen penambah daya tahan tubuh yang berasal dari produk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial untuk diberikan kepada tenaga medis di rumah sakit rujukan Covid-19.
Refocusing juga untuk penyelenggaraan pelatihan masyarakat jarak jauh bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial dan pendamping Perhutanan Sosial, pemberian bantuan ekonomi produktif dan Bang Pesona bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), serta pendampingan Kelompok TaniHutan (KTH).
Ketua Komisi IV DPR Sudin tetap meminta KLHK merinci kembali refocusing kegiatan dan realokasi anggaran, terutama pada postur anggaran untuk sarana dan prasarana pengelolaan limbah infeksius Covid-19.
“Kami minta perhatian anggaran untuk pengelolaan limbah infeksius dan alat pelindung diri (APD) akibat Covid-19 serta pengendalian karhutla dimana saat ini sudah memasuki musim kemarau pada beberapa wilayah,” ucap Sudin. (Sudarson)
(ysw)
Lihat Juga :