Kehebohan Netizen dan Aroma Politik di Balik Blusukan Risma

Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:00 WIB
Foto-foto blusukan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma di sejumlah lokasi di Jakarta yang beredar di media sosial Twitter. Foto/tangkapan layar Twitter @yudilek
JAKARTA - Blusukan yang dilakukan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma di wilayah ibu kota belakangan ini menuai respons yang beragam dari masyarakat.

Aksi mantan Wali Kota Surabaya yang biasa disapa Bu Risma ini ramai dibicarakan di media sosial. Polemik tidak terhindarkan. Ada yang menilai positif blusukan Risma , adapula yang menyindir dan mengkritik.

(Baca juga : Akun Twitter Disuspend, Trump Gunakan Akun @POTUS 'Kami Tak Bisa Dibungkam!' )

Polemik semakit sengit ketika terungkap tunawisma yang diajak bicara Risma saat blusukan diduga memiliki pekerjaan, meskipun belakangan Risma menegaskan aksinya itu bukan settingan. ( )

Direktur Eksekutif Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Kunto Adi Wibowo menilai kritikan pengguna media sosial atau netizen terhadap aksi blusukan Risma di wilayah Jakarta masuk akal.



"Karena, sebagai Menteri Sosial, problem dia itu kan sebenarnya lebih ke kebijakan, kalau Mensosnya kemarin problemnya adalah korupsi Bansos, karena kurangnya transparansi, tidak ter-update-nya data penerima Bansos dan segala macamnya, harusnya dia benahi itu dulu," tutur Kunto kepada SINDOnews, Jumat 8 Januari 2021.( )

Oleh karena itu, sambung dia, wajar jika netizen melihat blusukan Risma sebagai gimmick. "Enggak ada relevansinya dengan jabatannya sebagai Menteri Sosial," tuturnya.

(Baca juga : Akun Twitternya Like Akun Porno, Beredar Surat Fadli Zon Dipolisikan )

Dia pun menilai blusukan Risma di wilayah Jakarta beraroma politis. "Banyak orang sudah menduga ketika Bu Risma ditunjuk sebagai Mensos oleh Pak Jokowi, ini Pak Jokowi sedang persiapkan jago-jago untuk 2024, termasuk ada nama Sandiaga Uno juga di situ, nah ini yang kelihatan apakah Bu Risma akan ke DKI Jakarta atau ke RI 1," katanya.( )
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More