Masyarakat Butuh Kapolri yang Paham Demokrasi

Jum'at, 08 Januari 2021 - 10:02 WIB
"Dari sisi masyarakat, kita butuh Kapolri yang komunikatif dan memahami perkembangan pengetahuan, demokrasi , dan prinsip-prinsip negara hukum yang menitikberatkan pada komunikasi dan persuasif sebagaimana yang dicontohkan Jenderal Hoegeng (kapolri era Presiden Soekarno)," tutur Erwin saat dihubungi SINDOnews, Jumat (8/1/2021).

(Baca: Jelang Pensiun, Kapolri Idham Azis Pamit ke Presiden)

Erwin mengatakan, sosok Jenderal Hoegeng patut menjadi contoh untuk mengukur secara keseluruhan calon Kapolri yang dibutuhkan saat ini. Sosok Hoegeng dipandangnya bukan tipikal pimpinan polisi yang senang menampilkan artikulasi kekuasaan.

Sedangkan di internal Kepolisian, kata Erwin, mereka butuh penilaian yang lebih objektif yang mengandalkan meritokrasi dan kapasitas ilmu dan perspektif yang mumpuni sebagai pimpinan. "Pemilihan Kapolri yang hanya mengedepankan subjektifitas politik hanya akan merusak keorganisasian Polri ke depan," pungkas dia.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!