Beredar Info Vaksin Sinovac Dapat Perbesar Alat Vital Pria, Epidemiolog: Hoaks

Kamis, 07 Januari 2021 - 21:59 WIB
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman memastikan informasi terkait vaksin buatan Tiongkok, yakni Sinovac memiliki efek samping memperbesar ukuran alat kelamin laki-laki hoaks. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Beredar informasi di media sosial terkait vaksin buatan Tiongkok, yakni Sinovac memiliki efek samping memperbesar ukuran alat kelamin laki-laki. Tak tanggung-tanggung, ukuran alat kelamin disebutkan akan bertambah hingga tiga inci.

Menanggapi itu, Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman memastikan informasi tersebut adalah hoaks. Menurutnya, belum ada satupun literatur yang membahas ihwal memanjang atau membesarnya alat kelamin pascadisuntik vaksin. "Dari pengamatan sejauh ini, ya saya mengamati riset terkait Covid-19 tiap dua hingga tiga jam per hari. Nah, dari itu semua tidak ada yang riset tentang vaksin memperpanjang penis, kemudian juga tidak ada bahwa vaksin Covid-19 bisa diinjeksikan ke penis. Itu enggak ada. Jadi yang beredar itu hoaks," ucap Dicky saat dihubungi, Kamis (7/1/2021). (Baca juga: Kasus Covid-19 Bertambah 9.321, Wiku: Ini Angka Tertinggi Sejak Awal Pandemi)



Dicky memaparkan, jurnal yang dicatut oleh informasi tersebut adalah tidak ada, bahkan, menurutnya, isi dari jurnal tersebut tidak ada yang salah. Dia pun menyarankan kepada masyarakat agar berhati-hati dalam memahami ragam informasi yang timbul terkait vaksin. "Kalau dilihat dari isinya tidak nyambung, dilihat dari judulnya salah, nama jurnalnya saja juga salah. Jadi, saya mengharapkan kepada semua pihak, terutama masyarakat untuk selalu kroscek. Apabila informasinya tidak meyakinkan ya silakan bertanya," tuturnya. (Baca juga: Disiplin Prokes Turun, Satgas: Bukan Hanya Salah Masyarakat tapi Juga Pemda)

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!