Ormas Dinilai Harus Menjadi Pengayom Persatuan
Kamis, 07 Januari 2021 - 09:25 WIB
”Lihat yang terjadi terhadap negara-negara di Timur Tengah sana yang gagal dalam memadukan nasionalisme dan Islamisme, sehingga mereka terus terjebak dalam perpecahan dan kehancuran,” katanya mengingatkan.
Oleh sebab itu, lanjut dia, narasi kebinekaan adalah modal utama. Perbedaan mustahil bisa disingkirkan. Maka tak ada pilihan lain kecuali harus bersatu di tengah perbedaan yang ada tersebut.
”Bukan hanya mau bersatu kalau terhadap yang sama saja. Itu namanya persamaan bukan persatuan. Maka dari itu penting untuk mengemukakan narasi-narasi kesatuan, yakni di tengah perbedaan, fokus apa yang menjadi kesatuan di antara kita,” ujarnya mengakhiri. (Baca juga: Usai Libur Nataru, Pemerintah Akan Evaluasi Kasus Corona )
Oleh sebab itu, lanjut dia, narasi kebinekaan adalah modal utama. Perbedaan mustahil bisa disingkirkan. Maka tak ada pilihan lain kecuali harus bersatu di tengah perbedaan yang ada tersebut.
”Bukan hanya mau bersatu kalau terhadap yang sama saja. Itu namanya persamaan bukan persatuan. Maka dari itu penting untuk mengemukakan narasi-narasi kesatuan, yakni di tengah perbedaan, fokus apa yang menjadi kesatuan di antara kita,” ujarnya mengakhiri. (Baca juga: Usai Libur Nataru, Pemerintah Akan Evaluasi Kasus Corona )
(dam)
Lihat Juga :